.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

TOLERANSI DI ENDE DIJADIKAN CONTOH BAGI MADRASAH DAERAH LAIN

Kehidupan toleransi di Ende dijadikan contoh bagi Madrasah di daerah lain. Madrasah Aliyah Negeri(Man) Ende adalah salah satu madrasah yang dipilih dalam program kerjasama antara Kementerian Agama dengan Metro TV dalam program Syiar Madrasah Ramadhan yang akan ditayangkan mulai hari senin dan Sabtu mulai jam 16.30 Wita.

 

Produser mata acara Syiar Madrasah Ramadhan Stasion Metro TV, Fernando Jaya mengatakan hal itu saat berdialog dengan Bupati Ende, Drs Djafar Achmad di MAN Ende,Jumat (23/4/2021).

 

Fernando mengatakan Ende merupakan kota kelahiran pancasila dan dalam kesehariannya menekankan pada toleransi oleh karena itu, program Syiar Madrasah Ramadhan yang akan ditayangkan di Metro TV sebagai episode pemungkas sebelum Ramadhan.

 

Bupati Ende, H. Djafar H. Achmad dalam dialognya dengan Metro TV mengatakan bahwa toleransi beragama di Kabupaten Ende ada sejak zaman nenek moyang dan menjadi satu kebiasaan dalam kehidupan sehari – hari.

 

“Toleransi beragama di Kabupaten Ende ada sejak zaman nenek moyang dan menjadi satu kebiasaan bergotong royong dalam kehidupan kami sehari - hari, contohnya ketika orang Katholik merayakan pesta keagamaannya atau hajatan maka agama islam juga ikut membantu baik persiapan makanannya, penerima tamunya dan begitu juga sebaliknya,”Kata Bupati Djafar

 

Bupati Djafar menjelaskan bahwa sejak Bung Karno diasingkan di Kota Ende maka lahirlah pancasila sebagai dasar negara oleh karena itu Ende memiliki keberagaman dan memiliki sikap toleransi dan kegotong royongan yang sangat erat dalam kehidupan masyarakat sehari – hari.

 

Bupati Djafar mengharapkan Presiden RI, Jokowi mau datang ke Ende pada saat hari lahirnya Pancasila secara nasional.

 

Bupati Djafar mengatakan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ende dan sekolah muslim lainnya tetap eksis dan tumbuh menjadi sekolah unggul di Kabupaten Ende karena dukungan masyarakat, hal ini dibuktikan dengan adanya guru non muslim yang mengajar di Madrasah dan pesantren.

 

“Sekolah Madrasah ini tetap eksis karena dukungan masyarakat yang tidak mengenal perbedaan, Guru Katholik mengajar di madrasah dan pesantren, contohnya pesantren Wali Sanga banyak pengajarnya beragama katholik dan guru Islam mengajar di sekolah Katholik,”kata Bupati Djafar

 

Sementara itu, Kepala MAN Ende, H. Tahrun Thalib, SPd menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Bupati Ende, Drs Djafar Achmad yang datang secara langsung ke sekolah MAN Ende karena sebelumnya baik saat menjabat sebagai Wakil Bupati maupun Bupati Ende baru kali ini mengunjungi MAN Ende.

 

Diharapkan dengan kunjungan Bupati Ende bisa melihat secara langsung berbagai sarana dan prasarana yang ada di MAN Ende sehingga bisa dibantu dan dengan adanya bantuan dari pemerintah keberadaan MAN Ende semakin ditingkatkan dan menjadi icon madrasah di Provinsi NTT.(ria prokompim)

Addthis
You are here