.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Perhubungan

A. Perhubungan Darat :

 

Jalan sebagai sarana penunjang transportasi memiliki peran penting khususnya untuk transportasi darat. Untuk mendukung transportasi darat, sampai dengan tahun 2012 Pemerintah Kabupaten Ende telah membangun dan membuka jalan sepanjang 1.223,65 km jalan kabupaten dan jalan desa, 160,30 km jalan provinsi. Pada tahun 2011, dari total panjang jalan yang ada, 45,98 porsen sudah diaspal, sementara sisanya (54,02 porsen) belum aspal.


Sementara panjang jalan tidak mengalami kenaikan yang berarti, jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Ende mengalami kenaikan dalam jumlah yang relatif besar khususnya sepeda motor dari sekitar 14.980 pada tahun 2007 menjadi 21.942 pada tahun 2009. Peningkatan juga terjadi pada jenis kendaraan mobil penumpang, mobil barang dan mobil bus walaupun kenaikannya tidak sebanyak sepeda motor.





Tabel 1. Jenis dan Jumlah Kendaraan Angkutan Darat di Kabupaten Ende

 

alt

 

Tabel 2. Persentase Jumlah Angkutan Darat dan Perusahaan di Kabupaten Ende


alt

 

Table 3. Jenis dan Jumlah Angkutan Darat di Kabupaten Ende


alt


B .Perhubungan Laut :

 
Letak Kabupaten Ende yang strategis, yang batas wilayahnya berhubungan langsung dengan dua(2) buah perairan laut utara dan selatan sangat mendukung pengembangan sektor perdagangan. Pembangunan sarana dan prasarana perairan laut untuk menunjang kegiatan bisnis dan perekonomian adalah :

 

  • Pelabuhan Barang dan Penumpang.
  • Pelabuhan Minyak (PERTAMINA)
  • Pelabuhan Ikan

 

a. Sub Sektor Transportasi Laut :

 

1. Pelabuhan/Dermaga Laut = 2 buah yakni :

 

  • Dermaga Ippi Ende: dapat dilabuh oleh kapal penumpang dan kapal barang
  • Dermaga/Pelabuhan Ende : dapat dilabuh oleh kapal penumpang dan kapal barang

 

2. Pelabuhan Rakyat = 4 buah

 

  Kondisi Fisik Pelabuhan

 

1. Lokasi Pelabuhan Ippi terletak di Teluk Ippi yang menghadap ke Laut Sabu. Pelabuhan Ippi (Pelabuhan Umum) dibangun pada tahun 1982 dengan :

 

  • Panjang Dermaga : 66 meter
  • Lebar Dermaga : 13 meter
  • Trestle : 150 meter x 4,6 meter
  • Terminal Barang : 425 meter
  • Lapangan Parkir : 1100 meter

 

 

2. Lokasi Pelabuhan Ende terletak di Teluk Ende. Pelabuhan Ende (Pelabuhan Umum) dibangun pada tahun 1986 dengan :

 

  • Panjang Dermaga : 100 meter
  • Lebar Dermaga : 14 meter
  • Trestle : 100 meter x 6 meter

Arus Bongkar Muat :

 

  • Tahun 2007

           Bongkar : 54.862 ton

           Muat : 101.889 ton

  • Tahun 2008

            Bongkar : 57.758 ton

Muat : 6.457 ton

  • Tahun 2009  Bongkar : 79.750 ton (Keadaan sampaidengan bulan Oktober 2009)

Muat : 13.324 ton

 

Arus Penumpang Naik Turun :

 

  • Tahun 2007

            Turun : 3.700 orang

Naik : 3.264 orang

  • Tahun 2008

            Turun : 3.700 orang

Naik : 3.264 orang

  • Tahun 2009

             Turun : 30.914 orang

Naik : 28.278 orang (Keadaan sampai–bulan Oktober 2009).

 

Secara fisik kedua dermaga tersebut serta trestlenya mengalami kerusakan yang cukup parah dimana sesuai hasil penelitian yang dilaksanakan oleh pihak konsultan PT Konsultan Semen Gresik sebagai berikut :

 

1. Dermaga Ippi maupun Ende telah mengalami kerusakan pada plat 63,73% dan pada balok kerusakan mencapai 21,6%. Bentuk kerusakan sebagian besar berupa retak, spolling dan karat pada tulangan. Indikasi penyebab kerusakan adalah umur beton yang telah mencapai 27 tahun dan selimut beton yang terlalu tipis 6 cm dari 7 cm yang diisyaratkan.

 

2. 90 % tulangan beton yang terpasang mengalami korosi dimana proses korosi terjadi dengan kecepatan 0,42 mm pertahun.

 

3. Fender dermaga yang telah banyak mengalami kerusakan sehingga beban yang diterima dermaga juga menjadi lebih besar. Dermaga yang didesain untuk sandar kapal 1000 DWT; juga masih mampu untuk beban kerja kapal 3000 DWT dan berat kendaraan maksimal (berat kendaraan kosong & muatan maksimal) sebesar 12 ton. Meskipun begitu perbaikan dermaga sangat diperlukan agar tidak semakin memperparah kondisi yang terjadi saat ini.

 

 

C. Perhubungan Udara :

 

Pembangunan sektor Transportasi udara lebih dititik beratkan pada fungsi penertiban rekomendasi pembangunan didalam bandar udara, pemberian izin lokasi bandar udara antar kabupaten dalam propinsi, pemberian izin tentang bangunan-bangunan dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) di wilayah kabupaten.

1. Terdapat Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende dengan beberapa fasilitas penunjangnya.

2. Panjang landasan pacu untuk sementara 1.650 meter, dengan 2 buah Run Way, yang dapat didarati

    pesawat bermesin jet.

Ada 5 (lima) Penerbangan yang sedang dan aktif beroperasi di Kab.Ende antara lain : Garuda Air (ATR72), Trans Nusa ( Foker 50); Wings Air (ATR 72), Susi Air (Cassa) dan Kalstar (Embraer E-195 Jet). Rute yang dilalui oleh Maskapai Penerbangan yang beroperasi di Ende :


 1. Trans Nusa : Ruteng – Ende; Kupang – Ende; Ende – Tambolaka

 2. Wings air : Kupang – Ende – Labuanbajo - Denpasar

 3. Susi air  : Ende - Sabu

 4. Garuda : Denpasar - LabuanBajo - Ende - Kupang

 5. Kalstar : Pontianak - Surabaya - Denpasar - Ende - Kupang

 






Addthis
You are here