.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Dinas Sosial

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

 

Visi dan Misi Dinas Sosial Kabupaten Ende

  • VISI

"Kesejahteraan sosial oleh dan untuk semua menuju Ende Lio Sare Pawe. Perumusan Visi ini mengacu pada amanat Pembukaan UUD 1945 pasal 33 dan 34 yang mengandung makna bahwa pembangunan kesejahteraan sosial sebagai bagian dari kesejahteraan rakyat adalah upaya dan gerakan nasional guna mewujudkan keadilansosial sesuai yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Pembangunan kesejahteraan sosial berperan sebagai piranti keadilan sosial, integrasi sosial, keserasian sosial dan investasi sosial perlu merumuskan misi.

  • MISI
  1. Meningkatakan kualitas Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan masyarakat rentan.
  2. Mengembangkan semangat kesetiakawanan sosial
  3. Mengembangkan sistem jaminan sosial.
  4. Meningkatkan sumber daya aparatur.

Tujuan dan Sasaran

Misi 1 : Meningkatkan kualitas Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan masyarakat rentan :

-    Tujuan : Meningkatkan motivasi dan kemampuan dari Penyandang Masalah  Kesejahteraan Sosial     (PMKS) dan masyarakat Rentan dalam mengatasi permasalahannya

-    Sasaran : Meningkatnya cakupan penanganan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial

Misi 2 : Mengembangkan kesetiakawanan sosial dalam penanggulangan masalah sosial.

-    Tujuannya : Meningkatnya          kepedulian        dan       peran aktif Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PMKS).

-    Sasarannya : Meningkatkan pembinaan dan pendampingan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial.

Misi 3 : Meningkatnya kualitas perlindungan sosial

-    Tujuannya : Mengembangkan sistem jaminan perlindungan kesejahteraan sosial.

-    Sasarannya : Mengingkatnya cakupan masyarakat yang memperoleh jaminan

perlindungan kesejahteraan sosial.

Misi 4 : Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur.

-          Tujuan : Meningkatnya sumber daya aparatur yang mempunyai kompetensi dibidang tugas.

-          Sasaran : Meningkatnya jumlah aparatur yang memperoleh pelatihan teknis.

 

STRATEGI DAN KEBIJAKAN

a. Strategi :

  • Melalui Komitmen Pimpinan yang tinggi sehingga dapat melakukan pembinaan kepada KK Miskin secara terencana dan terarah.
  • Dengan motivasi petugas tinggi dapat menumbuhkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan masalah sosial lainnya (Bencana Alam dan Bencana Sosial)
  • Mengoptimalkan tenaga struktural yang ada untuk meningkatkan pelayanan kepada PMKS
  • Meningkatkan pelayanan kepada PMKS diperlukan sarana dan prasarana yang memadai.
  • Menentukan prioritas pembinaan terhadap permasalahan sosial.
  • Meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap masalah sosial lainnya.
  • Meningkatkan Kualitas SDM Aparatur untuk mengoptimalkan pelayanan kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) serta Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS)

b. Kebijakan :

  • Peningkatan penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut kesejahteraan

sosial, tanggap cepat darurat dan kejadian luar biasa.

  • Peningkatan kemampuan petugas pendamping, pemberdayaan fakir miskin, komunitas

adat terpencil dan PMKS lainnya.

  • Peningkatan pembinaan manajemen dan kewirausahaan karang taruna.


RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

 

Untuk melakukan Visi dan Misi Kabupaten Ende yang ditetapkan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 5 tahun yakni : Terwujudnya Masyarakat Ende Lio Sare Pawe.

Untuk mewujudkan Visi dan Misi Kabupaten Ende 2009 - 2014 perlu ada kerjasama dari stakeholder baik pemerintah maupaun swasta, sehingga cita - cita yang diprogramkan selama 5 tahun kedepan dapat terwujud / tercapai sewsuai dengan Rencana Jangka Panjang Menengah Daerah Kabupaten. Rencana Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun adalah sebagai berikut :

1. Administrasi Perkantoran :

  • Penyediaan Jasa Surat Menyurat
  • Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
  • Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor
  • Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perijinan Kendaraan Dinas/Operasional
  • Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan
  • Penyedian Jasa Kebersihan Kantor
  • Penyediaan Alat Tulis Kantor
  • Penyediaan Barang Cetak & Penggandaan
  • Penyediaan Komponen tnstalasi Listrik / Penerangan Bangunan Kantor
  • Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan
  • Penyediaan Makanan dan Minuman
  • Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah
  • Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam Daerah.

2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur :

  • Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional

3. Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya

  • Peningkatan Kemampuan (Capacity Bulding) Petugas dan Pendamping Sosial Pemberdayaan Fakir Miskin, KAT dan PMKS Lainnya.

4. Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial

  • Pelayanan dan Perlindungan Sosial, Hukum bagi Korban Eksploitasi, Perdagangan
  • Perempuan dan Anak
  • Peningkatan Kualitas Pelayanan, Sarana dan Prasarana Rehabilitasi Kesejahteraan
  • Sosial bagi PMKS
  • Penanganan Masalah-Masalah Strategis yang menyangkut Tanggap Cepat Darurat dan
  • Kejadian Luar Biasa

5. Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma

  • Pendidikan dan Pelatihan bagi Penyandang Cacat dan Eks Trauma

6. Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba, dan Penyakit Sosial    Lainnya)

  • Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Berusaha bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial

7. Pemberdayaan Kelembagaan Kesejah-teraan Sosial

  • Peningkatan Kualitas SDM Kesejahteraan Sosial Masyarakat

8. Kerjasama Pembangunan

  • Pendampingan Keluarga Harapan

 

INDIKATOR KINERJA DINAS SOSIAL KABUPATEN ENDE

Dalam penyelenggaraan Pemerintahan Bidang Kesejahteraan Sosial Indikator Kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Dinas Sosial Kabupaten Ende Tahun 2009 - 2014 adalah sesuai dengan kontrak kerja antara Bupati Ende dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dinas Sosial yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun adalah :

Misi 1: Meningkatkan kualitas Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan masyarakat

rentan :

-    Tujuan : Meningkatkan Motivasi dan kemampuan dari PMKS dan Masyarakat Rentan dalam mengatasi permasalahannya

-    Sasaran : Meningkatnya cakupan penanganan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial.

-    Indikator :

  1. Pemenuhan terhadap sarana sosial (Panti Jompo, Panti Rehabilitasi dan Panti Sosial Lainnya) dari 53,49 % di Tahun 2008 menjadi 31,38 % di tahun 2013. Persentase Peningkatan Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang di bina 5,33 % di Tahun 2008 menjadi 10,33 % di Tahun 2013
  2. Presentase penurunan PMKS dari 17,73 % ditahun 2008 menjadi 13,73 % di tahun 2013.

Misi 2: Mengembangkan Kesetiakawanan Sosial dalam Penanggulangan Masalah Sosial.

-          Tujuannya : Meningkatnya kepedulian dan peran aktif Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial.

-          Sasarannya : Meningkatkan pembinaan dan pendampingan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial.

-          Indokator :    Meningkatnya jumlah potensi sumber kesejahteraan sosial yang dibina dan didampingi dari 30 % pada tahun 2008 menjadi 55 % pada tahun 2013.

Misi 3 : Meningkatnya kualitas perlindungan sosial

-          Tujuannya     : Mengembangkan sistem jaminan perlindungan kesejahteraan sosial.

-          Sasarannya    : Mengingkatnya cakupan masyarakat yang memperoleh jaminan  perlindungan kesejahteraan sosial

-          Indikator      : Persentase penduduk miskin yang terjangkau dalam JPKM dari 80 % di tahun 2008 menjadi 55 % di tahun 2013.

Misi 4 : Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur.

-          Tujuan   : Meningkatnya sumber daya aparatur yang mempunyai kompetensi di bidang tugas.

-          Sasaran : Meningkatnya jumlah aparatur yang memperoleh pelatihan teknis.

-          Indikator : Meningkatnya jumlah aparatur yang mengikuti pelatihan dari 5 % di tahun 2008

menjadi 50 % di tahun 2013.

 

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

 

Isu-Isu Strategis

Yang Menjadi titik sentral permasalahan sosial di Kabupaten Ende sebagai dampak dan perwujudan cukup besar sehingga harus diatasi secara komunitas bersama dan terpadu antara semua pihak baik pemerintah, masyarakat, LSM dan Swasta dalam mendukung program pengentasan kemiskinan, meningkatkan pelayanan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial serta bantuan dan jaminan sosial. Hal ini yang dikemas sebagai isu-isu strategis pada Dinas Sosial antara lain :

  • Kemiskinan

Kemiskinan memberi pengertian bahwa kurang terpenuhinya kebutuhan dasar manusia seperti pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan dan interaksi sosial. Masalah kemiskinan dapat muncul dalam berbagai dimensi seperti : Keterpencilan dan keterasingan, ketergantungan, keterbatasan kemampuan.

Disamping itu kemiskinan juga merupakan factor pendukung munculnya masalah sosial lainnya seperti ketunasusilaan, kecacatan, keterlantaran, keresahan sosial.

  • Keterlantaran.

Cukup banyak anak mengalami keterlantaran karena orang tua tidak mampu memenuhi atau melakukan kewajibannya. Sebab lain yang mengakibatkan keterlantaran anak di Kabupaten Ende yaitu orang tua mencari nafkah di Daerah / Negara lain sebagai TKI/TKW.

Fenomena lain dari anak terlantar adalah munculnya anak jalanan (anjal). Ada kenyataan banyak anak yang menghadapi perlakuan salah (kekerasan), anak terpaksa bekerja sebagai buruh, menjual Koran (loper) dan ditempat-tempat lainnya yang beresiko tinggi. Kondisi dari keterlantaran anak dan balita berakibat kualitas SDM yang rendah dan tidak mampu menghadapi persingan global. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan program secara berkelanjutan guna menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif bagi perkembangan anak sebagai pelaksana mandat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun masa depan bangsa.

Aspek lain yang perlu memperoleh perhatian khusus dari masalah keterlantaran populasi lansia yang cenderung meningkat baik jumlah maupun kompleksitas permaslahannya. Tantangan yang dihadapi dalam kaitan ini adalah bagaimana usaha perkembangan kehidupan lansia baik terlantar maupun yang masih potensial.

  • Korban Bencana Alam dan Bencana Sosial.

Kondisi geografis dan topografi Kabupaten Ende yang berbukit-bukit dan curam, tidak ada pilihan lain dari masyarakat membangun rumah tingal di lereng-lereng bukit dan Daerah Aliran Sungai (DAS) .

Letak geografis wilayah Kabupaten Ende berada pada posisi rawan bencana alam seperti gempa bumi, longsor, banjir, angina kencang, kekeringan, kebakaran secara akumulatif telah menimbulkan kerugian baik jiwa maupun harta benda.

Kondisi demikian perlu dicermati dan juga dicari pemecahannya secara komprehensif baik menyangkut aspek phsikis khususnya aspek sosial manusianya melalui upaya yang bersifat pencegahan, represif maupun rehabilitatif.

  • Kecacatan.

Kecacatan yaitu hilangnya atau abnormalitas fungsi atau struktur anatomi, psikologi atau fisiologi seseorang. Kondisi kecacatan berakibat pada keterbatasan, kesempatan bergaul, bersekolah, bekerja bahkan menimbulkan perlakuan diskriminatif dari mereka yang tidak cacat.

Asumsi masyarakat yang keliru bahwa kecacatan merupakan kutukan Tuhan sehingga keluarga dan masyarakat sekitar tidak menerima kehadiran penyandang cacat dan diperlakukan tidak adil.

  • Ketunasusilaan (penyimpangan sikap dan perilaku).

Ketunasusilaan membungkus banyak masalah, yaitu kemiskinan, tindakan kekerasan, perjudian penyakit menular seksualitas.perlu adanya pencegahan dan penanggulangan secara serius.

Addthis
You are here