Pemerintah Kabupaten Ende

ENDE LIO SARE PAWE

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Dinas Pertambangan - Isu Strategis

Indeks Artikel
Dinas Pertambangan
TUJUAN DAN SASARAN
STRATEGI DAN KEBIJAKAN
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN
Isu Strategis
Indikator Kinerja
Struktur Organisasi
Tugas Pokok & Fungsi
Sarana & Prasarana
Seluruh halaman
5. ISU - ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI
5.1. Isu - Isu Strategis

Pembangunan sebagai upaya pencapaian tujuan daerah perlu dilaksanakan dengan seksama, efektif, efisien dan terpadu. Dengan demikian, pembangunan perlu secara sadar dibimbing melalui arah kebijakan Pemerintah. Arah kebijakan Pemerintah ini selanjutnya dituangkan dalam bentuk rencana pembangunan yang memuat program dan kegiatan yang harus ditempuh agar pelaksanaan pembangunan mencapai hasil yang diharapkan yaitu efektif dan efisien.
lsu-isu strategis merupakan hasil analisis dari semua informasi yang dikembangkan dan dianalisa pencermatan lingkungan internal dan eksternal,kesimpulan analisis faktor internal dan eksternal. lsu-isu strategis yang perlu diperhatikan yang selama ini terjadi dilingkungan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Ende yang diberi kewenangan sesuai PERDA Nomor 6 tahun 2008 serta Tugas Pokok dan fungsinya untuk mengelolah kegiatan bidang pertambangan dan energi dapat dikelompokan atas beberapa isu pokok sebagi berikut :
1. Pelaksanaan Kegiatan Pertambangan yang memperhatikan keseimbangan lingkungan belum optimal diatur dan diawasi.
2.    Pelayanan Listrik yang selama ini dikelolah pihak Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) yang belum maximal baik kualitas dan kuantitas.
3.  Dalam lima tahun kedepan,perencanaan dan pengawasan terhadap kegiatan pertambangan dan eksplorasi eksploitasi sumber daya mineral serta air bawah tanah perlu dilakukan lebih ketat untuk menghindari penyalahgunaan dan kerusakan lingkungan.
4.   Minimnya data base potensi pertambangan dan energi juga merupakan isu dibidang pertambangan sehingga menyulitkan pemerintah daerah menarik investor untuk melakukan kegiatan investasi dibidang petambangan dan energi di kabupaten Ende.
5. Untuk mengurangi ekses dari penolakan masyarakat,LSM dan pihak­pihak lain sosialisasi setiap rencana kegiatan pertambangan kepada masyarakat perlu dilakukan secara sistematis terpadu dan berkesinambungan sejak dari awal.
Isu Pelaksanaan Kegiatan Pertambangan yang memperhatikan keseimbangan lingkungan belum optimal diatur dan diawasi,situasi ini juga berkaitan dengan belum optimalnya penerapan RT/RW Nasional, RT/RW propinsi dan RT/RW Kabupaten sehingga kegiatan pertambangan hanya untuk memenuhi kebutuhan beberapa pihak tanpa memperhatikan keselamatan dan keseimbangan ekosistim. Menjadi sangat penting untuk diangkat karena situasi ini juga berkaitan erat kegiatan pembangunan yang banyak membutuhkan bahan galian seperti sirtu disatu pihak dan kebutuhan hidup masyarakat di lain pihak.
Isu Pelayanan Listrik yang selama ini dikelolah pihak Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) yang belum maximal baik kualitas dan kuantitas.
Makin besar kebutuhan masyarakat akan energi kelistrikan, makin besar pula tuntutan akan ketersediaan energi listrik.Dari data yang dikumpulkan dari sejumlah 213 Desa dan Kelurahan sekabupaten Ende yang baru terlayani jaringan listrik sebesar 52 % sedangkan sisanya belum dapat dilayani karena keterbatasan pasokan energi PLN dan juga faktor geografis yang cukup sulit. Untuk itu Pemerintah pusat telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTGU ) di Ropa dan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal di WKP Mutubusa,Sokoria sebagi salah satu jawaban untuk menjawab kekurangan pasokan lisrtik di beberapa wilayah dikabupaten Ende serta bila dimungkinkan maka kelebihannya akan dijual ke daerah lain.Disamping kedua pembangkit tersebut diatas pemerintah pusat juga membantu perangkat energi lisrik berupa pembangkit listrik tenaga surya yang telah digunakan dibeberapa Desa terpencil.
Isu Dalam lima tahun kedepan,perencanaan dan pengawasan terhadap kegiatan pertambangan dan eksplorasi, eksploitasi sumber daya mineral serta air bawah tanah perlu dilakukan lebih ketat untuk menghindari penyalahgunaan dan kerusakan lingkungan.
Tuntutan akan ini tidak lepas dari kecenderungan kesepakatan global untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang salah satu penyebabnya adalah eksplorasi bahan tambang secara besar-basaran untuk memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu analisis dan pengkajian aspak amdal dan aspek lainya bgi usaha pertambangan umum dan air bawah tanah perlu selalu dikedepankan tanpa mengurangi minat investor untuk berusaha didaerah.
Isu minimnya data base potensi pertambangan dan energi juga merupakan salah satu isu yang terjadi hal ini karena data-data potensi tambang yang ada adalah hasil survey dan penelitian dilakukan pihak Belanda dan pusat Geologi Bandung. Sedangkan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Ende masih kekurangan tenaga ahli terdidik serta keterbatasan anggaran menjadi faktor utama minimnya data pertambangan yang dapat dibuat. Untuk itu perlu rekruitmen beberapa tenaga teknis dan pelatihan bagi tenaga teknis yang ada.
Isu Kurangnya sosalisasi kepada masyarakat sebelum kegiatan penambangan dilakukan jauga merupakan isu penting yang akir-akir ini mencuat kepermukanan dengan gelombang unjuk rasa dari berbagi elemen masyarakat yang menolak bentuk apapun kegiatan penambangan. Setelah dianalisis diketahui salah satu penyebab adalah minimnya sosialisasi kepada masyarakat, LSM dan kelompok lainya tentang apa dan bagaimana kegiatan pertambangan dan energi agar dicapai kesepahaman, pengertian baik melalui pendekatan ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan.
5.2 Analisis Faktor - Faktor Lingkungan Internal dan Eksternal
Dalam mewujudkan Visi dan Misi Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Ende, perlu dilakukan kajian - kajian/analisis terhadap pengaruh yang terjadi secara internal maupun eksternal. Dari hasil kajian
lingkungan internal dan lingkungan eksternal diperoleh kesimpulan bahwa berbagai hubungan timbal balik antara faktor - faktor internal yang merupakan kekuatan dan kelemahan dengan faktor eksternal yang merupakan peluang dan ancaman terhadap pencapaian visi dan misi organisasi.
Analisis lingkungan strategis yang dilakukan mencakup Analisis Lingkungan Internal (ALI) dan Analisis Lingkungan External (ALE). Dengan menggunakan methode analisis SWOT dapat diketahui lingkungan internal dan eksternal. Analisis Lingkungan Internal (ALI) dan Analisis Lingkungan Eksternal (ALE) dalam kaitan dengan isu-isu strategis Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Ende adalah:
5.2.1. Analisis Lingkungan Internal.
a. Kekuatan (Strengths)
1. Telah ditetapkannya Peraturan Daerah Kabupaten Ende No 6 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas daerah yang diikuti dengan penjabaran tugas pokok dan fungsi dan tata kerja Dinas Pertambangan dan Energi;
2.  Regulasi tentang pengolahan bahan galian gol A, B, dan C
3.  Tersedianya SIG (Sistem Informasi Geografis dan hasil pemetaan sungai (beberapa segmen)  dengan skala 1 : 1000 di beberapa Kecamatan. 4 Koordinasi lintas program dan sektor cukup baik
b. Kelemahan (Weaknesses)
1. Struktur/jabatan sruktural belum semua terisi
2. Belum memadainya jumlah tenaga teknis pertambangan, pengairan, geodesi
dan kelistrikan  serta tenaga sosial masyarakat;
3. Kurangnya dana untuk kegiatan penyuluhan dan bimbingan serta sosialisasi
bagi  masyarakat;
4. Kurang memadainya data tentang potensi tambnagn dan energi
5. Manajemen pertambang dan energi dan pengolahan Air Bawah Tanah belum optimal
6. Peralatan teknis laboratorium serta berbagai sarana penunjang kegiatan lapangan terbatas;
Selain identifikasi terhadap kekuatan dan kelemahan secara internal, periu juga dilakukan identifikasi faktor - faktor peluang dan ancaman secara external yang dapat menghambat kinerja Dinas ke depan. Faktor - faktor external tersebut perlu dilakukan pengelolaannya secara positif untuk mendukung program dan kegiatan dari Dinas. Adapun faktor - faktor dimaksud dapat dijelaskan sebagai berikut :
5.2.2. Analisis Lingkungan Eksternal
a. Peluang (Oppurtunities)
1. Adanya potensi unggulan berupa sumber daya mineral dan panas bumi sokoria dan lesugolo;
2. Adanya investor dibidang pertambangan, kelistrikan, dan panas bumi
3. Meningkatnya kebutuhan pembangunan baik lokal maupun global akan jenis
bahan galian  dan aneka bahan dan kelistrikan dan air  tanah;
4. Peluang pngembangan energi terbaharukan;
b. Ancaman (Threats)
1. Adanya resistensi atau penolakan terhadap upaya
penertibanterhadap kegiatan Pertambangan tanpa izin (PETI) yang dikelolah masyarakat;
2. Kondisi Gografis daerah yang kurang mendukung menyebabkan
kebutuhan biaya yang cukup tinggi (high cost);
3. Rendahnya kepedulian masyarakat akan keselamatan dan kelestarian lingkungan;
4. Sistem penguasaan tanah (hak ulayat) yang dapat menimbulkan sengketa;

5.3. FAKTOR - FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN
Keberhasilan penanganan isu-isu strategis ke depan dapat diharapkan melalui strategi yang diarahkan pada penguatan faktor-faktor penentu guna mengoptimalkan kekuatan dan peluang yang ada untuk mengatasi kelemahan serta ancaman.
Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan eksternal, maka faktor kunci keberhasilan penanganan isu-isu strategis Dinas Pertambangan dan Energi lima tahun ke depan adalah:
1. Peningkatan kualitas dan kuantitas aparatur, tenaga teknis, peralatan survey dan laboratorium dalam bidang pertambangan energi dan air tanah yang didukung oleh manajemen yang baik dan dana yang memadai.
2.  Pengembangan data yang valid berbasis SIG sesuai kebutuhan investor dalam upaya peningkatan investasi dibidang pertambangan, energi dan air tanah.
3.  Penerapan regulasi tentang sumber daya mineral energi dan air tanah dalam pengelolaan seluruh potensi yang ada di kabupaten untuk meminimalisasikan dampak/akibat negatif baik bagi masyarakat dan lingkungan yang berkaitan dengan kegiatan pengelolaan pertambangan dan energi.
4. Peningkatan koordinasi lintas program dan lintas sektor sebagai upaya untuk mengurangi dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan yang berkaitan dengan kegiatan pengelolaan pertambangan dan energi.
5. Optimalisasi pemanfaatan dana yang ada untuk pelaksanaan kegiatan pada wilayah geografis yang kurang mendukung dan upaya peningkatan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan penambangan dan kelestarian lingkungan

You are here