Pemerintah Kabupaten Ende

ENDE LIO SARE PAWE

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Indeks Artikel
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Tujuan & Sasaran
Program & Kegiatan
Indikator Kinerja
Struktur Organisasi
Tugas Pokok & Fungsi
Isu - Isu Strategis
Sarana & Prasarana
Seluruh halaman

A. VISI DAN MISI

Dalam penetapan visi dan misi, Dinas Kebudayaan dari Pariwisata Kabupaten Ende berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Visi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Propinsi, Visi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi NTT, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Ende Tahun 2009 - 2014 dan Visi Kabupaten Ende maka ditetapkan Vsi dan Misi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam lima tahun ke depan adalah:

"TERWUJUDNYA MASYARAKAT YANG TANGGUH, BERDAYA SAING DAN BERKELANJUTAN DI BIDANG KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA MENUJU ENDE LIO SARE PAWE".

Tangguh mengandung makna adanya kondisi dimana budaya masyarakat setempat tidak terpengaruh oleh arus globalisasi yang negatif. Berdaya saing mengandung arti masyarakat rnemiliki kemampuan komparatif sebagai kekuatan untuk menghadapi persaingan dari luar. Berkelanjutan mengandung arti pembangunan kebudayaan dan pariwisata tetap berkembang sesuai jaman berdasarkan nilai budaya lokal.

Untuk mewujudkan visi tersebut di atas maka misi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2009 - 2014 adalah :
 
1.    Meningkatkan pelestarian dan pengembangan kebudayaan.
Penjelasan Misi: Masyarakat Kabupaten Ende yang mengenal jati dirinya sebagai orang Ende Lio yang cara hidupnya berdasarkan pada sistem budaya, sistem sosial dan benda-benda peninggalan, mengembangkan budaya Ende Lio sebagai warisan bangsa bahkan warisan dunia. Selain itu diharapkan terciptanya Masyarakat Ende Lio yang menghargai perbedaan dan keragaman sehingga dapat terwujudnya rasa damai dan tentram dalam mendukung pembangunan Pariwisata.
2.    Mengembangkan usaha pariwisata yang memitiki daya saing.
Penjelasan Misi : Masyarakat Kabupaten Ende diharapkan mengembangkan daya tarik  wisata, usaha jasa dan sarana pariwisata berdasarkan nilai budaya lokal dan memenuhi standarisasi sesuai dengan trend/minat wisatawan sehingga memiliki daya saing global. Diharapkan juga mempunyai kesempatan berusaha, memperoteh pekerjaan yang sesuai keahtian dan potensi yang ada.
3.    Meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang kebudayaan dan pariwisata.
Penjelasan Misi : Masyarakat Kabupaten Ende yang sadar dan berpartisipasi dalam mengembangkan keanekaragaman alam, kekayaar, dan keragaman budaya demi pelestarian dan keberlanjutan sumber daya yang ada serta menjadi daya tarik wisata.
4.    Meningkatkan pelayanan publik yang cepat dan tepat di bidang Kebudayaan dan Pariwisata.
Penjelasan Misi : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diharapkan c:apat memberikan pelayanan publik yang profesional, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan dengan didukung oteh aparatur yang profesional dan kompetitif.

 

B. Tujuan, Sasaran. Strategi dan Arah Kebijakan Daerah

Untuk menjabarkan strategi yang merupakan realisasi dari t.ujuan maka diperlukan kebijakan agar tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan tepat sasaran dan efektif. Kebijakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata adatah sebagai berikut:

I. Misi Pertama: "Meningkatkan pelestarian dan pengembangan kebudayaan" dengan : Tujuan:
“Terwujudnya kelestarian dalam promosi budaya dalam meningkatkan usaha sektor Pariwisata.
Sasaran 1:
1. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan budaya.
Strategi :
1. Menumbuhkembangkan nitai budaya tokat untuk mengantisipasi pengaruh globalisasi yang negatif.
2. Mengoptimalkan fasilitasi pengelolaa.i kebudayaan dan daya tarik wisata dalam mengantisipasi kerusakan berbagai daya tarik wisata
Kebijakan :
1. Pengembangan Kebudayaan Daerah. Sasaran 2 :
2.  Meningkatnya pengembangan pariwisata daerah
Sasaran 2 :
    Strategi :
1. Memanfaatkan Ipteks dan telekomunikasi dalam melakukan  promosi  dan pemasaran pariwisata.
2. Mengoptimalkan fasilitasi pengelolaan kebudayaan dan daya tarik wisata dalam mengantisipasi kerusakan berbagai daya tarik wisata
Kebijakan :
1. Peningkatan pemasaran dan usaha pariwisata.
Sasaran 3 :
3. Meningkatnya kontribusi sektor pariwisata dalam perekonomian daerah.
Strategi :
1. Meningkatkan kemampuan dan kreatifitas masyarakat  untuk mengembangkan potensi pariwisata dan budaya dalam mengantisipasi krisis ekonomi yang berkepanjangan
2. Meningkatkan sosialisasi pedoman, standar, prosedur dan kriteria di bidang pariwisata  sesuai dengan trend pasar wisata global.
3. Memanfaatkan ipteks dan telekomunikasi oalam promosi dan pemasaran pariwisata.
Kebijakan :
Peningkatan partisipasi masyarakat dalain pengembangan pariwisata daerah.
Tujuan :
Meningkatkan pengenalan jati diri sebagai orang Ende I_io yang dapa, mengembangkan budaya dan menghargai perbedaan dan keragaman. Sasaran :
Meningkatnya kesadaran masyarakat Ende Lio akan sistem budaya yang dianut, sistem sosial dan benda-benda peoingga;an budaya dalam rangka melestarikan kebudayaan.
Strategi :
1. Mengoptimalkan fasilitasi pengelolaan kebudayaan dan daya tarik wisata dalam mengantisipasi kerusakan berbagai daya tarik wisata
2. Menumbuhkembangkan nilai budaya lokal untuk mengantisipasi pengaruh globalisasi yang negatif.
3. Meningkatkan kualitas aparatur Cirias Kebudayaan dan Pariwisata dalam memfasilitasi pengelolaan daya tarik wisata untuk menQatasi kerusakannva.
Kebijakan : Pengembangan kebudayaan daerah

II. Misi Kedua: "Mengembangkan usaha pariwisata yang mzmiliki daya saing" dengan: 1.    Tujuan:
Meningkatkan pengembangan daya carik wisata, usaha jasa dan sarana pariwisata yang memenuhi standarisasi kelayekan usaha pariwisata sesuai dengan trend/minat wisatawaii. Sasaran :
Meningkatnya kualitas usaha pariwisata.
Strategi :
1. Meningkatkan sosialisasi pedoman, standar, prosedur dan kriteria di bidang pariwisata sesuai dengan trend pasar wisata global.
2. Melakukan pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan berdasarkan trend pasar vrisata global dengan tetap berdasarkan pada nilai budaya lokal.
3. Mengoptimalkan implementasi pedoman, standar, prosedur dan kriteria di bidang pariwisata datam mengatasi situasi keamanan global yang tidak menentu.
4. Meningkatkan kemampuan dan kreatifitas masyarakat untuk mengembangkan potensi pariwisata dan budaya dalam mengantisipasi krisis ekonomi yang berkepanjangan
Kebijakan :
Peningkatan Pemasaran dan Usaha Pariwisata

III. Misi Ketiga: "Meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bida,ig kebudayaan dan pariwisata" dengan:
Tujuan:
Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, dalam mengembangkan kekayaan dan keragaman budaya serta potensi daya tarik wisata lainnya.
Sasaran :
Meningkatnya peran serta masyarakat desa dan organisasi pemberdayaan masyarakat desa dalam pengembangan kebudayaan dan pariwisata.
Strategi :
1. Meningkatkan kemampuan dan kreaktifitas masyarakat untuk mengembangkan potensi pariwisata dan budaya dalam mengantisipasi krisis ekonomi yang berkepanjangan.
2. Mengoptimalkan fasilitasi pengelolaan kebudayaan dan daya tarik wisata dalam mengantisipasi kerusakan berbagai daya tarik wisata
Kebijakan :
Peningkatan partisipasi masyarakat dalam menumhuhkembangkan
budaya lokal untuk mendukung pariwisata.

IV. Misi Keempat "Meningkatkan pelavanan publik yang cepat dan tepat di bidang kebudayaan dan pariwisata". dengan:
Tujuan:
Meningkatkan pelayanan publik yang profesional, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan dengan didukung oleh  aparatur yang profesional dan kompetitif.
Sasaran:
Meningkatnya kapasitas seluruh elemen organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Strategi :
1. Meningkatkan sosialisasi pedoman, standar, prosedur dan kriteria di bidang pariwisata sesuai dengan trend pasar wisata globat.
2. Mengoptimalkan implementasi pedoman, standar, prosedur dan kriteria di bidang pariwisata dalam mengatasi situasi keamanan global yang tidak menentu.
3. Meningkatkan kualitas aparatur Dinas Kebudayaan din Pariwisata dalam memfasilitasi pengelolaan daya taril: wisata untuk mengatasi kerusakannya.
Kebijakan :
Peningkatan Pelayanan Publik.


C. Program dan Kegiatan

Program dan kegiatan urusan wajib yang ditaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende Tahun 2010 adalah sebagai berikut :

1. Bidang Kebudayaan :

a. Program Pengembangan Nilai Budaya :
•    Kegiatan pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah
•    Kegiatan penatagunaan naskah kuno Nusantara
•    Kegiatan penyusunan kebijakan tentang budaya lokal daerah
•    Kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pengembangan nilai budaya.
•    Kegiatan pemberian dukungan, perghargaan dan kerjasama di bidang budaya

b.    Program Pengelolaan Kekayaan Budaya :
•     Kegiatan fasilitasi partisipasi masyarakat datam pengelolaan kekayaan budaya
•     Kegiatan pelestarian fisik dan kandungan bah;in pustaka termasuk naskah kuno
•     Kegiatan penyusunan kebijakan pengelotaan kekayaan budaya lokal daerah
•    Kegiatan pengelolaan dan pengembangan pelestarian dan
      peninggalan sejarah purbakala, museum dan peninggalan bawahan;
•     Kegiatan pengembangan kebudayaan dan pariwisata
•     Kegiatan pengembangan nilai dan geografi sejarah
•     Kegiatan perekaman dan digitalisasi bahan pustaka
•     Kegiatan perumusan kebijakan sejarah dan purbakala
•     Kegiatan pengawasan, monitoring, evaluasi dan petaporan
      pelaksanaan Program pengelolaan kekayaan budaya
•     Kegiatan pendukungan pengelolaan museum dan aman budaya di daerah
•     Kegiatan pengelolaan karya cetak dan karya rekam
•     Kegiatan pengembangan database sistem inrormasi sejarah purbakala

c.    Program Pengelolaan Keragaman Budaya
•     Kegiatan pengembangan kesenian dan kebudayaan daerah
•     Kegiatan penyusunan sistem informasi database bidang kebudayaan
•     Kegiatan penyelenggaraan dialog kebudayaan
•     Kegiatan fasilitasi perkembangan keragaman budaya daerah
•     Kegiatan fasilitasi penyelenggaraan festival  budaya daerah
•    Kegiatan seminar dalam rangka revitalisasi dan reaktualisasi budaya Lokal
•    Kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
     pengembangan keanekaragaman budaya.

d. Program pengembangan kerjasama Pengelolaan Kekayaan Rudaya
•    Kegiatan fasilitasi pengembangan kemitraan dengan LSM dan Perusahaan Swasta
•    Kegiatan fasilitasi pembentukan kemitraan usaha profesi antar daerah
•    Kegiatan membangun kemitraan pengelolaan kebudavaan antar daerah
•    Kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

e. Program Pengelolaan Keragaman Budaya
•  Parade Budaya Nusantara yang dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2010. Dana yang teralokasi  sebesar Rp. 15,000,000,- Diikuti oleh dua putuh empat (24) sekolah dengan masing-masing sekolah/regu 20 orang. Mengenakan busana daerah dari seluruh Indonesia yang mencerminkan keanekaragaman serta dipandu dengan Warching Band SMPK Frateran Ndao.
Hasil yang dicapai adalah :
• Sebanyak ± 480 siswa/i dengan aneka busana daerah metakukan pawai/parade dari halaman Kantor Bupati Ende, jalan Ahmad Yani, Garuda, Banteng, PaWawan dan finish di lapangan Pancasila.
•  Mendapatkan sambutan dari masyarakat di sepanjang jatan yang dilalui.
•  Adanya kebanggaan yang dapat meningkatkun rasa kecintaan akan busana daerah di kalangan generasi muda sekaligus sebagai pembuktian bahwa heterogenitas m°njadi suatu kekuatan yang membuat kehidupan semakin bermakna dan dinamis.
•   Parade Budaya Nusantara di Jembrana-Bali tanggal 31 Agustus s/d 2 September 2010. Dana yang dialokasikan sebesar Rp. 37.455.000.¬Merupakan sebuah event berskata Nasional dan diikuti juga oleh duta¬duta seni dari Manca Negara seperti Jepang, dan China, kalangan Perguruan Tinggi (Erlangga dan Brawijaya) serta peserta dari 31 Kabupaten dan Kota se Indonesia. Dari NTT hanya Kabupaten Ende dan Sumba Barat yang berpartisipasi. Kabupaten Ende memanfaatkan perkumpulan pemuda/pelajar Ende Lio Denpasar Bali (Wua Mesu). Hasil yang dicapai :
•  Sebanyak (dua putuh empat) orang dengan busana Ende Lio turut berpartisipasi pada event ini.
• Pada saat pawai pembukaan, mereka menobawakan Bhea dan Woge sedangkan pada pementasan di panggung dibawakan tarian Gawi yang mendapatkan sambutan yang sangat meriah dari kalangan penonton dan pimpinan  pemerintahan setempat.
•    Budaya Ende Lio terekspos dan semakin dikenal.
Festival Seni Budaya antar kecamatan ( 5 kecamatan yakni Maurole, kotabaru, Maukaro, Wewaria dan Wolojita) dan sekolah - sekolah di sekitar kawasan persinggahan Sail Indonesia sejak 25 s/d 28 Agustus 2010

f.  Program Pengembangan Nilai Budaya
Upacara Pati Ka DuA Bapu Ata Mata di Kelirnratu ditaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2010. Jumlah dana Rp. 10.000.000.- Dilaksanakan bersama oleh komunitas adat yang bermukim di sekitar kawasan Taman Nasional Ketimutu. Dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa kegiatan ini akan menjadi event tetap yang akan memperkuat dive-sitas daya tarik wisata Danau Kelimutu disamping sebagai unsur yang mempersatukan dan mengikat kebersamaan dalam keharmonisan baik denQan sesama, alam / tingkungan dan para leluhur.

2. Bidang Pariwisata :

Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata
•    Kegiatan analisa pasar untuk promosi dan pemasaran objek pariwisata
•    Kegiatan peningkatan pemanfaatan teknotogi informasi dalam pemasaran pariwisata
•    Kegiatan pengembangan jaringan kerjasama promosi pariwisata
•    Kegiatan koordinasi dengan sektor pendukung pariwisata
•    Kegiatan pelaksanaan promosi pariwisata nusantara antara di dalam dan diluar negeri
•    Kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pengembangan pemasaran pariwisata.
•    Kegiatan pengembangan statistik Kepariwisataan
•    Kegiatan pelatihan Pemandu Wisata Terpadu
•    Kegiatan Sail Indonesia 2010.

Program Pengembangan Destinasi Pariwisata
•    Kegiatan pengembangan objek pariwisata unggulan
•    Kegiatan peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata
•    Kegiatan pengembangan jenis dan paket waata unggilan
•    Kegiatan pelaksanaan koordinasi pembangunan objek pariwisata dengan Lembaga/Dunia Usaha
•    Kegiatan pemantauan dan evatuasi pelaksanaan program pengembangan Destinasi Pariwisata
•    Kegiatan Pengembangan daerah tujuan wisata
•    Kegiatan pengembangan, sosialisasi dan penerapan serta pengawasan standarisasi.

Program Pengembangan Kemitraan
•    Kegiatan pengembangan dan penguatar, dan informasi dan database
•    Kegiatan pengembangan dan penguatan Litbang, Kebudayaan dan Pariwisata
•    Kegiatan pengembangan SDM di bidang kebudayaan dan pariwisata
     bekerjasama dengan lembaga lain
•    Kegiatan fasilitasi pembentukan Forum Komuni'
•    Kegiatan pelaksanaan koordinasi pembanguaan kemitraan Pariwisata
•    Kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program peningkatan kemitraan
•    Kegiatan pengembangan sumber daya manusia dan profesionalisme bidang Pariwisata
•    Kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata
•    Kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata
Kegiatan Pengembangan Jaringan Kerjasama Promosi Pariwisata. Dana yang dialokasikan sebesar Rp. 10.000.000.- Hasil yang dicapai adalah adanya perluasan jaringan kerjasama promosi pariwisata yaitu dengan pemuatan informasi pariwisata habupaten Ende di majalah Fortuna sebanyak 6 edisi dengan oplah ± 7.500 per edisi dengan daya jangkau penyebarannya Kupang, Bali, Biro Perjatanan, Kabupaten se Nusa Tenggara Timur.
- Kegiatan Sail Indonesia 2010. Dana yang dialokasikan sebesar Rp. 242.000.000.- Hasil yang dicapai adalah ada.nya peningkatan jumlah wisatawan dengan rincian jumlah kapal sebanyak 29 buah, jumlah peserta (sailors) 45 orang, lama tinggal 4 hari fan pengembangan 1 objek wisata baru    ( destinasi baru ). Juga pada event kali ini dilakukan kerja sama dengan pihak ketiga / Biro Perjalanan dalam hal ini PT. Sikas Dunia Pratama Tour and Trevel untuk menangani pelaksanaan tour ke berbagai lokasi yang telah disepakati. Penyelenggaraan Sail Indonesia 2010
merupakan hasil kerja sama masyarakat seteripat dibawah koordinasi Camat dan Kepala Desa. Dengan demikian partisipasi dan ketertibatan masyarakat sejak persiapan sampai pada saat penyetenggaraan Sail Indonesia sangat dominan jika dibandingkan dengar. penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

Program Pengembangan Destinasi Pariwisata
Lewat kegiatan Pengembangan obyek PF.riwisata unggulan dilakukan penataan kolam permandian air panas Oka Detusoko dan Bungalow SaO Ria Wisata Moni. Dana yang teralokasikan sebesar Rp. 76.750.000.- Hasil yang dicapai adalah tersedianya beberapa fasilitas operasional SaO Ria Wisata Bungalow seperti Gorden, Springbed, Sprei, Sarung bantal, Setimut dan Bed Cover serta tersedianya bak penainpung air panas p,Ja permandian air panas Oka Detusoko.

Program Pengembangan Kemitraan
Kegiatan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata. Pagu Anggaran sebesa; Rp. 40.000.000.- Hasil yang dicapai adalah pemberian bantuan/rangsangan berkarya kepada beberapa ketompok usaha terkait seperti Pembuatan dendeng, kerajinan ukir, kelompok penenun, sanggar seni dan pengrajin anyaman.




D. INDIKATOR KINERJA

 Kemajuan pembangunan kebudayaan dan pariwisata  memerlukan suatu ukuran yaitu indikator kinerja yang dapat dipercaya, akurat dan valid. Indikator kinerja yang digunakan memiliki peranan penting sebagai masukan dalam pengelolaan kebijakan, program dan kegiatan. Indikator kinerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai berikut :
1.    Misi Pertama :  “Meningkatkan pelestarian dan pengembangan kebudayaan”
Sasarannya :
a.   Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan budaya:
  1. Meningkatnya persentase jumlah situs/cagar budaya yang dipelihara dari keadaan 0% pada Tahun 2008 menjadi 50% pada Tahun 2013.
  2. Meningkatnya jumlah organisasi pemerhati kebudayaan dari keadaan 0% pada Tahun 2008 menjadi 50% pada Tahun 2013.
  3. Meningkatnya jumlah aktivitas/event kebudayaan dari 23 even atau 100% pada Tahun 2008, naik menjadi 31 even atau 134% pada Tahun 2013.
  4. Meningkatnya jumlah kelompok seni budaya/sanggar budaya yang terbina dari 24 atau 52% pada Tahun 2008, naik menjadi 46 atau 178% pada Tahun 2013.
b.    Meningkatnya pengembangan Pariwisata daerah:
  1. Meningkatnya persentase jumlah kunjungan wisatawan dari keadaan 100% pada Tahun 2008, naik menjadi 150% pada Tahun 2013.
  2. Meningkatnya persentase jumlah daya tarik wisata yang dikelola terhadap potensi dari keadaan 40 objek atau 40% pada Tahun 2008 menjadi 49 objek atau 49% pada Tahun 2013.
c.   Meningkatnya kontribusi pariwisata dalam perekonomian daerah.
Meningkatnya persentase jumlah kontribusi sektor pariwsata terhadap PAD dari keadaan Rp. 643.015.048 atau 3% pada Tahun 2008 menjadi Rp. 1.019.879.294 atau 5% pada Tahun 2013.

d.   Meningkatnya kesadaran masyarakat Ende Lio akan sistem budaya yang dianut, sistem sosial dan benda-benda peninggalan budaya dalam rangka melestarikan kebudayaan.
 Meningkatnya jumlah desa yang terbina dari 100 desa yang memiliki daya tarik wisata yaitu dari 0 % di tahun 2008 menjadi 50 % di tahun 2013.

2.   Misi Kedua: “Mengembangkan usaha Pariwisata yang memiliki daya saing”.
Sasarannya yaitu :
a.   Meningkatnya kualitas usaha pariwisata.
  1. Meningkatnya daya tarik wisata yang ditata dari 100 desa yang memiliki daya tarik wisata yaitu dari keadaan 0 % di Tahun 2008 menjadi 50 % di Tahun 2013.
  2.  Meningkatnya jumlah sarana akomodasi yang terbina dari 29 sarana akomodasi di Tahun 2008 atau 0 % menjadi 50 % di Tahun 2013.
  3.  Meningkatnya jumlah rumah makan/restaurant yang terbina dari 83 rumah makan yang ada yaitu dari keadaan 0 % di Tahun 2008 menjadi 50 % di tahun 2013.

3. Misi Ketiga: “Meningkatkan pemberdayaan mayarakat di bidang kebudayaan dan pariwisata” 
Sasarannya yaitu :
a. Meningkatnya peran serta mayarakat dalam pengembangan kebudayaan dan Pariwisata.
  1. Meningkatnya jumlah masyarakat desa yang mendapat sosialisasi pedoman, sistem dan prosedur pengembangan desa wisata dalam kurun waktu 5 tahun ke depan yaitu dari posisi 0 % di Tahun 2008 menjadi 50 persen di Tahun 2013.
  2. Meningkatnya jumlah Kelompok Sadar Wisata  yang terbina yaitu dari 18 Kelompok di Tahun 2008 atau 100 % meningkat menjadi 128 % atau 23 kelompok di Tahun 2013.

4. Misi Keempat: “Meningkatkan pelayanan publik yang cepat dan tepat di bidang kebudayaan dan pariwisata”.
Sasarannya yaitu:
a.   Meningkatnya kapasitas seluruh elemen organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
  1. Meningkatnya jumlah aparatur  yang memiliki kompetensi kebudayaan dan pariwisata dari 9 orang  atau 24 % di Tahun 2008 menjadi 14 orang atau 38 % di Tahun 2013.
  2. Meningkatnya jumlah diklat teknis fungsional yang diikuti dari 8 % di Tahun 2008 menjadi 11 % di tahun 2013.

 


 

E. STRUKTUR ORGANISASI

 

Susunan Organisasi dan Tata Kerja

 

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengaplikasikan garis perintah dan wewenang sesuai PP 41 Tahun 2007 dan Perda No. 6 Tahun 2008 dalam bentuk susunan organisasi sebagai berikut:

 

 

1.Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

2.Seketariat membawahi :

 

2.1     Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

 

2.2     Sub Bagian Keuangan

 

2.3     Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan.

3.Bidang Kebudayaan dan Kepurbakalaan membawahi :

 

3.1     Seksi Pelestarian Budaya

 

3.2     Seksi Seni dan Atraksi Budaya

 

3.3     Seksi Sejarah dan Purbakala

4.Bidang Usaha Pariwisata membawahi :

 

4.1     Seksi Daya tarik wisata

 

4.2     Seksi Usaha Sarana Pariwisata

 

4.3     Seksi Lingkungan dan Perijinan

 

 

 

5.Bidang Promosi dan Pemasaran Pariwisata membawahi :

 

5.1     Seksi Promosi

 

5.2     Seksi Pengkajian dan Pemasaran

 

5.3     Seksi Pelayanan dan Informasi

 

 6.Bidang Penyuluhan dan Pemberdayaan Lembaga membawahi :

 

6.1     Seksi Kelembagaan

 

6.2     Seksi Penyuluhan

 

      6.3     Seksi Pelatihan dan Keterampilan

 



alt


 

F. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Tugas pokok dan fungsi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Ende Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah. Peraturan Daerah tersebut mengatur Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai berikut:

  1. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata adalah unsur pelaksana teknis pemerintah daerah yang mempunyai tugas pokok membantu Bupati Kepala Daerah di bidang Kebudayaan dan Pariwisata.
  2. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati Kepala Daerah.
  3. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam pelaksanaan tugas di bidang teknis dan administratif dibina dan dikoordinasi oleh Sekretaris Daerah.
  4. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai tugas pokok membantu Bupati Kepala Daerah dalam melaksanakan kewenangan otonomi daerah di bidang kebudayaan dan kepariwisataan serta melaksanakan urusan rumah tangga di bidang kebudayaan dan pariwisata serta tugas-tugas lain yang diberikan.

Untuk dapat melaksanakan tugas pokok dimaksud, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai fungsi :

  1. Merumuskan kebijaksanaan teknis di bidang kebudayaan dan pariwisata.
  2. Memberikan perijinan dan pelaksanaan pelayanan umum di bidang kebudayaan dan pariwisata.
  3. Membina kerjasama kemitraan dengan intansi sektoral, LSM, Swasta dan masyarakat di bidang kebudayaan dan pariwisata.
  4. Mengelola urusan ketatalaksanaan dinas.


Dalam membantu Bupati Kepala Daerah menjalankan kewenangan otonomi di bidang kebudayaan dan pariwisata, melaksanakan urusan rumah tangga dinas serta tugas-tugas lain yang diberikan sejalan dengan PP 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan termasuk di Bidang Kebudayaan Dan Pariwisata. Terdapat 12 urusan yang dilimpahkan pelaksanaan oleh Pemerintah Pusat kepada daerah secara berjenjang (pusat, propinsi, Kabupaten). Pelimpahan tugas ini sesuai dengan PP Nomor 24 Tahun 1979. Kewenangan yang diatur mencakup urusan daya tarik wisata sepanjang menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku atau yang akan berlaku tidak menjadi urusan pemerintah pusat; urusan pramuwisata; urusan losmen; urusan penginapan remaja; urusan pondok wisata; urusan perkemahan; urusan rumah makan; urusan bar; urusan mandala wisata; urusan usaha kawasan pariwisata; urusan usaha rekreasi dan hiburan umum dan urusan promosi pariwisata daerah.

 

 



G.  ISU-ISU STRATEGIS

 

    1. Isu – Isu Strategis Bidang Kebudayaan adalah :

 

  1. Menemukan dan mengenali jati diri dan kepribadian sebagai orang Ende Lio yang berbeda antara satu dengan yang lain dalam keragaman suku dan agama.
  2. Rendahnya pemahaman masyarakat terutama di kalangan generasi muda, mahasiswa dan pelajar serta aparatur pemerintah akan sumber daya dan energi kebudayan lokal Ende Lio yang mulai terancam punah seperti bangunan sosial kekerabatan (SaO PuU atau SaO Ria Tenda Bewa), bahasa lokal sebagai wahana kreasi kebudayaan daerah, ritual atau seremoni adat terutama dalam sistem perladangan tradisional, pengembangan tenun ikat Ende – Lio (historis, kultural dan filosofi), pemberdayaan pangan – kuliner lokal dan atraksi budaya.
  3. Belum adanya Rencana Induk Pengembangan Kebudayaan sebagai pedoman dalam pengembangan kebudayaan yang ditunjang dengan rendahnya pengembangan database kebudayaan.

 

     2. Isu – Isu Strategis Sektor Pariwisata adalah :

 

  1. Terdapat berbagai potensi daya tarik wisata baik alam, budaya maupun buatan (minat khusus), namun belum dikelola secara baik. Daya tarik wisata yang sudah mulai ditata adalah Danau Tiga Warna Kelimutu, Perkampungan Adat Wolotopo, Perkampungan Adat Nggela, Perkampungan Adat Wologai, Situs Bung Karno, Kolam Air Panas Detusoko, Pantai Ria Ende sedangkan potensi daya tarik wisata lain sedang dalam taraf inventarisasi, survey, pembuatan rencana tapak dan desain.
  2. Belum adanya Rencana Induk Pengembangan Wisata Kabupaten Ende (RIP) yang merupakan pedoman dalam pembangunan dan pengembangan kepariwisataan daerah, diperburuk dengan kurangnya pengembangan database kepariwisataan, kurangnya aksesibilitas ke dan dari tempat pariwisata serta rendahnya kualitas sarana dan prasarana pariwisata.
  3. Pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama sebagai sumber daya manusia kreatif yang berbasis dan berakar pada budaya lokal dengan sentuhan luar berupa ilmu dan teknologi baru. Pilihan utamanya ada pada generasi muda untuk menyelamatkan dan meneruskan keberadaan orang Ende Lio dengan jati dirinya.
  4. Pariwisata merupakan industri yang berbasiskan pada pengetahuan. Hal ini menuntut pengelolaan dilakukan secara profesional dan tidak bisa mengandalkan pendekatan trial dan error. Peningkatan kualitas produk dan pelayanan (hospitality), serta kebutuhan akan adanya perencanaan dan penelitian, menuntut tersedianya tenaga-tenaga perencana, peneliti dan pengambil kebijakan yang handal. Pada saat yang sama dibutuhkan juga tenaga terampil dan profesional (memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia/ SKKNI sektor Pariwisata) yang secara operasional langsung memberikan pelayanan wisata. Sementara tenaga kerja berkompetensi kepariwisataan lebih berkonsentrasi di kota-kota propinsi, padahal daya tarik wisata pada umumnya berlokasi di kabupaten bahkan kecamatan.
  5. Para pemangku jabatan di instansi pariwisata pemerintah daerah, lebih banyak berkualifikasi non pariwisata, sehingga tidak jarang terjadi kesenjangan pemikiran dan pengetahuan dalam bidang kepariwisataan. Dengan demikian untuk penyesuaiannya dibutuhkan waktu yang cukup lama (sekitar satu atau dua tahun). Tidak jarang pula setelah satu atau dua tahun pejabat yang bersangkutan dipindahtugaskan (mutasi) atau mendapat promosi ke jabatan lainnya. Maka pejabat selanjutnya memerlukan waktu lagi untuk penyesuaiannya.
  6. Rendahnya kualitas media promosi, jangkauan promosi dan informasi pariwisata juga menyebabkan kurang dikenalnya daya tarik wisata daerah di lingkungan yang lebih luas.
  7. Upaya peningkatan pembangunan kebudayaan dan pariwisata perlu melibatkan seluruh potensi yang ada. Diwujudkan melalui kerjasama dengan berbagai pihak terkait serta koordinasi lintas sektor secara terpadu sehingga jumlah wisatawan akan lebih banyak, lebih merasa nyaman, dan lebih lama tinggal di Kabupaten Ende sehingga lebih banyak membelanjakan uangnya.

 

     3.    Analisis Faktor – Faktor Lingkungan Internal dan Eksternal

 

Faktor Lingkungan Internal yaitu :

 

     3..1    Kekuatan (strength) :

 

  1. Adanya Peraturan Daerah Kabupaten Ende No. 6 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah.
  2. Adanya uraian tugas pokok dan fungsi (tupoksi).
  3. UU No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.
  4. UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

 

    3.2    Kelemahan ( weakness ) :

 

  1. Rendahnya kualitas aparatur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
  2. Rendahnya kompetensi aparatur.
  3. Belum optimalnya fasilitasi pengelolaan kebudayaan dan daya tarik wisata.
  4. Belum optimalnya implementasi pedoman, standar, prosedur dan kriteria di bidang pariwisata.

 

Faktor Lingkungan Eksternal yaitu :

 

    3.3    Peluang ( opportunity ) :

 

  1. Kebijakan dan kesepakatan ekonomi dan perdagangan bebas antar negara di dunia (AFTA ) Tahun 2003.
  2. Perkembangan IPTEKS dan Telekomunikasi.
  3. Trend pasar wisata global semakin meningkat.
  4. Ditetapkannya NTT sebagai salah satu Daerah Tujuan Wisata Unggulan di Indonesia.

 

    3.4    Ancaman (treaths) :

 

  1. Ketidakstabilan ekonomi / moneter, sosial dan politik yang berkepanjangan.
  2. Situasi keamanan global yang kurang menentu (munculnya Travel Warning and Travel Ban).
  3. Kerusakan berbagai daya tarik wisata akibat proses alam, waktu, dan tindakan pengerusakan serta pemusnahan.
  4. Pengaruh budaya asing dalam era globalisasi akan berdampak negatif terhadap ketahanan budaya.

3.1    Faktor Kunci Keberhasilan

MATRIKS SWOT (PENENTUAN INTERAKSI) FAKTOR LINGKUNGAN INTERNAL

VERSUS FAKTOR LINGKUNGAN EKSTERNAL

alt


alt


Berdasarkan hasil analisis SWOT maka ditentukan faktor-faktor kunci keberhasilan. Adapun faktor-faktor kunci yang sangat mempengaruhi atau menentukan keberhasilan kinerja organisasi Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende adalah:

  1. Memanfaatkan ipteks dan telekomunikasi dalam melakukan promosi dan pemasaran pariwisata.
  2. Meningkatkan sosialisasi pedoman, standar, prosedur dan kriteria di bidang pariwisata sesuai dengan trend pasar wisata global.
  3. Melakukan pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan berdasarkan trend pasar wisata global dengan tetap berdasarkan pada nilai budaya lokal.
  4. Mengoptimalkan fasilitasi pengelolaan kebudayaan dan daya tarik wisata dalam mengantisipasi kerusakan berbagai daya tarik wisata.
  5. Mengoptimalkan implementasi pedoman, standar, prosedur dan kriteria di bidang pariwisata dalam mengatasi situasi keamanan global yang tidak menentu.
  6. Menumbuhkembangkan nilai budaya lokal untuk mengantisipasi pengaruh globalisasi yang negatif.
  7. Meningkatkan kemampuan dan kreatifitas masyarakat untuk mengembangkan potensi pariwisata dan budaya dalam mengantisipasi krisis ekonomi yang berkepanjangan.
  8. Membangun jaringan kerjasama lintas wilayah dalam Propinsi NTT dan lintas sektor di bidang kebudayaan dan pariwisata.
  9. Meningkatkan kualitas aparatur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam memfasilitasi pengelolaan daya tarik wisata untuk mengatasi kerusakannya.

 


 

 H.    Sarana Prasarana

 

Program dan kegiatan kebudayaan dan pariwisata dapat berhasil dan berjalan dengan baik bila didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Data sarana dan prasarana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dapat dilihat pada tabel 1


 

Tabel 1 Sarana dan Prasarana

Di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2008

 

NO

SARANA DAN PRASARANA

JUMLAH

 

KETERANGAN

1

Bangunan Kantor

1 unit

Kondisi baik

2

Bangunan Bungalow Moni

16 Unit

Kondisi kurang   layak untuk menjadi tempat menginap bagi wisatawan. 1 unit rusak berat.

3

Bangunan Rumah Adat

1 unit

Kondisi rusak ringan sehingga perlu diperbaiki.

4

Bangunan Museum Bahari

1 unit

Kondisi baik

5

Kendaraan Roda 4

1 unit

Kondisi baik

6

Kendaraan Roda 2

3 unit

Kondisi baik

7

Meja

31 buah

Kondisi baik

8

Kursi

39 buah

Kondisi baik

9

Komputer

7 unit

Kondisi baik

10

Printer

5 buah

Kondisi baik

 

JUMLAH

105 unit



Tabel 2.4 menggambarkan ketersediaan sarana dan fasilitas yang belum memadai seperti meja dan kursi, kendaraan roda dua yang masih terbatas jumlahnya. Bangunan SaO Ria Wisata Bungalow Moni sebagai salah satu sarana akomodasi milik pemerintah Kabupaten Ende merupakan pilot project bagi sarana akomodasi lainnya di Kabupaten Ende khususnya di Moni. Dari 16 buah bungalow yang ada terdapat 1 unit rusak berat, 15 unit dalam kondisi relatif baik namun tidak layak untuk dijual sebagai penginapan bagi wisatawan.


Addthis
You are here