Pemerintah Kabupaten Ende

ENDE LIO SARE PAWE

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Pendidikan

PELAYANAN PENDIDIKAN

Pembangunan infrastruktur di bidang pendidikan dalam rangka penyelenggaraan proses belajar mengajar dan peningkatan mutu sumber daya manusia di daerah merupakan komitmen dan pengelolaan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Jumlah sekolah dari berbagai jenjang pendidikan dapat diidentifikasi sebagai berikut :

NO.

TINGKAT SEKOLAH

SEKOLAH

GURU

MURID

1

TAMAN KANAK-KANAK

76

159

2.891

2

SEKOLAH DASAR

-

-

-

 

SD

325

2.264

38.846

 

SDLB

1

12

58

 

MI

10

49

1.086

3

SLTP

-

-

-

 

SLTP

54

822

11.239

 

MTs

5

94

783

4

SM KEJURUAN

-

-

-

 

SMKN 1

1

40

1.001

 

SMKN 2

1

106

1.038

 

SMKN 3

1

23

118

 

SMK SWASTA

5

90

5.191

5

SLTA

-

-

-

 

SMU

17

454

6.715

 

MA

2

57

630

 

 1. Angka melek huruf

 

         Kemampuan membaca dan menulis merupakan keterampilan minimum yang dibutuhkan untuk dapat menuju hidup sejahtera, mempunyai andil besar terhadap kemajuan sosial-ekonomi suatu bangsa atau wilayah. Kemampuan baca tulis tercermin dari angka melek huruf yaitu persentase penduduk 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dan huruf lainnya

         Angka melek huruf Kabupaten Ende tahun 2010 sebesar 98,56% meningkat dibanding dengan tahun 2009 sebesar 90,15%. Hal ini disebabkan karena jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) meningkat yaitu pada tahun 2009 sebanyak 3.938 siswa dari 40.873 siswa dan pada tahun 2010 sebanyak 3.983 siswa dari 42.268 siswa. Disamping itu, jumlah lulusan Paket A juga meningkat.

 

2. Partisipasi Sekolah

 

         Jumlah penduduk usia sekolah sebagai target peserta didik, belum menunjukkan jumlah siswa yang duduk di bangku sekolah. Jumlah siswa sekolah dapat ditunjukkan dengan beberapa ukuran antara lain Angka Partisipasi Sekolah (APS) dan Angka Partisipasi Kasar (APK). APS menunjukkan siswa berumur 7-24 tahun yang sekolah. Sedangkan APK menunjukkan siswa yang sekolah di setiap jenjang pendidikan. Partisipasi sekolah dapat digunakan untuk menunjukkan sampai sejauh mana kemajuan pembangunan pendidikan. Semakain tinggi angka partisipasi sekolah, menunjukkan kondisi pendidikan yang semakin baik. Sebaliknya, semakin rendah angka partisipasi sekolah menunjukkan kondisi pendidikan yang tidak cukup baik.

         Angka partisipasi sekolah merupakan ukuran daya serap sistem pendidikan terhadap penduduk usia sekolah. Angka tersebut memperhitungkan adanya perubahan penduduk terutama usia muda. Ukuran yang banyak digunakan di sektor pendidikan seperti pertumbuhan jumlah murid lebih menunjukkan perubahan jumlah murid yang mampu ditampung di setiap jenjang sekolah. Sehingga, naiknya persentase jumlah murid tidak dapat diartikan sebagai semakin meningkatnya partisipasi sekolah. Kenaikan tersebut dapat pula dipengaruhi oleh semakin besarnya jumlah penduduk usia sekolah yang tidak diimbangi dengan ditambahnya infrastruktur sekolah serta peningkatan akses masuk sekolah sehingga partisipasi sekolah seharusnya tidak berubah atau malah semakin rendah.


               a.      Angka Partisipasi Kasar (APK)

        Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/ MI tahun 2010 sebesar 125.35%, jika dibandingkan dengan tahun 2009, APK SD/ MI tahun 2010 meningkat sebesar 6,87%. Kenaikan APK dari 118,48% tahun 2009 menjadi 125,35% tahun 2010 disebabkan karena mulai dibukanya Unit Sekolah Baru pada kecamatan Maukaro, Nangapanda, Wewaria dan Ende serta semakin tinggi minat orang tua untuk menyekolahkan anak usia 7–12 tahun untuk masuk SD/MI karena tersedianya Bantuan Operasional Sekolah.


 b.      Angka Partisipasi Murni (APM)

         Angka  Partisipasi  Murni  (APM)  SD/  MI  tahun  2010  sebesar  124,34%.  Jika  dibandingkan  dengan  tahun  2009  sebesar  97,72%,  APM  SD/  MI  tahun  2009  mengalami

         peningkatan. Hal ini disebabkan karena tingginya anak usia 7 – 12 thn yang bersekolah dan masih ada siswa usia 7 -12 tahun dari Kabupaten perbatasan yang mengikuti pendidikan di Kabupaten Ende.

 

Angka partisipasi murni (APM) SMP/ MTs tahun 2010 sebesar 64,33%. Jika dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar 56,25%, APM SMP/ MTs tahun 2010 mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan sebagian besar tamatan SD/MI yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP/ MTs serta adanya pembukaan unit sekolah baru dan SD-SMP SATAP sebagai upaya perluasan akses (jangkauan pelayanan pendidikan).

 

Angka partisipasi murni (APM) SMA/ MA/ SMK tahun 2010 sebesar 40,87%. Jika dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar 40,65%, APM SMA/ MA/ SMK tahun 2010 mengalami sedikit peningkatan karena akses SMA dan SMK semakin dekat dengan dibukanya USB SMK Negeri 4 Ende di kecamatan Kotabaru dan peningkatan Ruang Kelas Baru (RKB) pada beberapa SMA terutama SMA Negeri Wolojita.

 

3. Angka putus sekolah


SD/ MI tahun 2010 sebesar 0,9% atau meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar 0,51%. Hal ini menunjukkan bahwa angka putus sekolah belum bisa ditekan secara signifikan dan adanya bantuan dana BOS dan bantuan bagi siswa miskin serta beasiswa bagi siswa yang berprestasi belum bisa mendorong minat siswa untuk tetap mengikuti pendidikan. Angka putus sekolah SMP/ MTs tahun 2010 sebesar 0,02% atau menurun jika dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar 1,15%. Angka putus sekolah SMA/ MA tahun 2010 sebesar 0,1% atau menurun jika dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar 0,89%, Sementara angka putus sekolah SMK tahun 2010 sebesar 0% (tidak ada yang putus sekolah) atau menurun jika dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar 1,44%. Penurunan angka putus sekolah disebabkan antara lain tingkat perekonomian orang tua yang semakin baik, minat sekolah anak usia sekolah 13 – 15 tahun cukup tinggi, adanya bantuan dana BOS dan bantuan bagi siswa miskin serta beasiswa bagi siswa yang berprestasi mendorong minat siswa untuk tetap mengikuti pendidikan, perluasan akses pelayanan pendidikan melalui pembangunan USB, RKB, dan USB SD-SMP satu atap, serta minat anak usia sekolah 16 – 18 tahun untuk mengikuti pendidikan di sekolah Menengah Kejuruan meningkat disebabkan karena pada tahun 2009 perluasan akses pelayanan pendidikan melalui pembukaan USB SMK Negeri 4 Ende di Kotabaru

 

      4.  Angka kelulusan.


Angka kelulusan SD/ MI tahun 2010 sebesar 92,91%. Angka kelulusan SMP/ MTs tahun 2010 sebesar 88,93%. Kondisi ini menunjukan bahwa jumlah anak yang lulus SMP/ MTs makin tinggi. Hal itu disebabkan proses belajar mengajar serta persiapan UN tingkat SMP/ MTs semakin baik. Angka kelulusan SMA/ MA tahun 2010 sebesar 72,89%. Kondisi ini menunjukan bahwa lulusan belum mencapai target dimana jumlah anak yang lulus SMA/MA rendah. Hal itu disebabkan proses belajar mengajar serta persiapan UN tingkat SMA/ MA belum optimal serta sarana penunjang berupa buku dan alat peraga yang masih sangat tebatas. Angka kelulusan SMK tahun 2010 sebesar 78,66%. Kondisi ini menunjukan bahwa jumlah anak yang lulus SMK belum mencapai target. Hal itu disebabkan proses belajar mengajar yang berbasis kejuruan masih belum optimal diterapkan dan sarana penunjang praktik yang masih minim serta persiapan UN tingkat SMK yang belum optimal.

 

Addthis
You are here