.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Bupati dan Wakil

LPSE Kab. Ende

SiRUP Kab Ende

TAMAN NASIONAL

Informasi Masa Tanam

webgis

Gambar
25 PENYANDANG DISABILITAS DI KABUPATEN ENDE MENGIKUTI BIMTEK.
Rabu, 24 May 2017
Yayasan Caritas Keuskupan Agung Ende yang berpusat di Pusat Pastoral (PUSPAS) KAE Jalan Eltari Ende, bekerja sama dengan UPTD LLK UKM Dinas... Selengkapnya...
Gambar
“GUNUNG MEJA AKAN DISULAP”
Selasa, 09 May 2017
Keberadaan gunung meja di wilayah kabupaten Ende yang terletak di kelurahan Tanjung kecamatan Ende Selatan mulai tahun ini akan disulap menjadi... Selengkapnya...
Gambar
WABUP DJAFAR”TIDAK ADA KESUKSESAN TANPA PENGORBANAN”
Selasa, 09 May 2017
Wakil Bupati Ende, Drs. H. Djafar H. Achmad, MM menegaskan tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan. Apabila masyarakat ingin adanya perubahan maka... Selengkapnya...
Gambar
USAHA GALANGAN KAPAL AKAN DIBUKA DI ENDE
Selasa, 09 May 2017
Usaha galangan kapal dalam waktu dekat akan di buka di wilayah Kabupaten Ende tepatnya di desa Bheramari Kecamatan Nangapanda.   Kepastian akan... Selengkapnya...
Gambar
KONTINGEN POPDA II ENDE DILEPAS OLEH WAKIL BUPATI ENDE.
Senin, 08 May 2017
Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) II Tingkat Kabupaten Ende Tahun 2017 secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Ende, Drs. H. Djafar H.... Selengkapnya...

REPLIKASI ANGGUR MERAH DI KABUPATEN; SEKDA HARUS BERPERAN

PDF

Gubernur NTT Frans Lebu raya memberi petunjuk kepada Sekda.Kab.Ende drg.Dominikus Minggu,M.Kes, agar mereplikasi program anggur merah untuk Kabupaten Ende. Untuk itu Sekda harus berperan dan proaktif dengan mengalokasikan dana dalam APBD-II. Hal ini disampaikan Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam bagian lain pengarahannya pada acara pengambilan sumpah dan pelantikan Sekda.Kab.Ende drg.Dominikus Minggu,M.Kes, Rabu 17 April 2013.


Menurut Gubernur Lebu Raya,   Sekda.Kab Ende yang baru, tahu persis seperti apa spirit anggur merah. Karena selama ini Sekda bergelut langsung. Jika sebelumnya, demikian Lebu Raya, jika sebelumnya pendekatan program anggur merah melakukan pendekatan wilayah Kecamatan, namun kedepannya program ini akan memakai pendekatan 4 Desa, dengan maksud agar jangkauannya lebih luas dan masyarakat lebih banyak memanfaatkannya. Selain itu faktor pemerataan dan keadilan dalam penyebaran program ini juga menjadi pertimbangan.


Sebagaimana pengakuan banyak warga masyarakat di Kabupaten Ende yang mendapat program anggur merah bahwa program tersebut benar-benar menyentuh langsung kebutuhan rakyat kecil. Nuansa pemberdayannyapun terasa sekali. Di Desa Nggumbelaka, Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kabupaten Ende, terlihat jelas program anggur merah mampu menopang dan bahkan meningkatkan ekonomi warga setempat. Aplikasi program anggur merah dalam bentuk budi daya tanaman holti kultura.


Kepala Desa Nggumbelaka kepada Humas Pemkab Ende mengatakan, dalam 2 tahun terakhir ini gaung anggur merah begitu terasa dalam masyarakat. Tanaman tomat, kentang dan sayuran lainnya meningkat tajam dan prodktifitasnya melonjak dari tahun ke tahun. “ Bila sebelumnya ada warga yang tidak mampu sekolahkan anaknya ke tingkat Perguruan Tinggi, maka dengan adanya program anggur merah, sudah puluhan warga yang bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.” Jelas Kepala Desa Nggumbelaka dengan bangganya.- Bahkan dengan topangan program anggur merah dan program lintas sektor lainnya ungkap Kepala Desa, Kecamatan Lepembusu Kelisoke sedang mempersipkan diri untuk menjadi Kecamatan holtikultura.(elsa-Humas Pemkab Ende).-

Addthis
You are here