.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Bupati dan Wakil

LPSE Kab. Ende

SiRUP Kab Ende

TAMAN NASIONAL

Informasi Masa Tanam

webgis

Gambar
BUPATI MARSEL RESMI JEMBATAN NGALUPOLO
Kamis, 23 Maret 2017
Bupati Ende Ir. Marselinus Y.W Petu, Senin (20/3) meresmikan Jembatan Ngalupolo. jembatan Ngalupolo merupakan jembatan utama penghubung jalur... Selengkapnya...
Gambar
2017, INTERVENSI JALUR NDONA-AEKIPA-PUUTUGA-KURULIMBU-WOLOWARU
Kamis, 23 Maret 2017
Untuk menjawab kebutuhan akan transportasi bagi masyarakat di Wilayah Selatan Kabupaten Ende, Pemerintah Kabupaten Ende akan mengintervensi dana 2... Selengkapnya...
Gambar
GERUGIWA MASKOT EL-TARI MEMORIAL CUP 2017
Rabu, 22 Maret 2017
Burung Gerugiwa , salah satu spesies burung dilindungi penghuni hutan lindung Danau Tiga Kelimutu Ende Flores, di promosikan menjadi maskot... Selengkapnya...
Gambar
WIBAWA KOTA ENDE HARUS DIJAGA DENGAN LISTRIK TETAP NYALA
Rabu, 22 Maret 2017
Keresahan dan kerinduan akan kestabilan daya Listrik PLN, melayani seluruh kebutuhan warga masyarakat Kota Ende dan Sekitarnya akan segera terjawab.... Selengkapnya...
Gambar
PEMERINTAH BUKAN PEMBERI PERINTAH TAPI PELAYAN PUBLIK
Rabu, 22 Maret 2017
Paradigma baru institusi pemerintah saat ini tidak lagi sebagai pemberi perintah tetapi terfokus pada aspek pelayanan publik. Penegasan ini... Selengkapnya...
Gambar
MARIA ANJELINA KAPI PAKA JUARA I OLIMPIADE SAINS NASIONAL MATEMATIKA
Rabu, 22 Maret 2017
Maria Anjelina Kapi Paka, siswa SMP Negeri Satap Nuamuri 2, Kecamatan Kelimutu Ende, menjadi salah satu siswa dari sembilan sekolah yang meraih Juara... Selengkapnya...
Gambar
PERLU ADA PERCEPATAN PEMBANGUNAN
Rabu, 22 Maret 2017
Pelayanan prima bagi masyarakat, sebagai jawaban atas seluruh proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan... Selengkapnya...
Gambar
BESARNYA ALOKASI DANA DESA HARUS MEMBERIKAN PERUBAHAN
Selasa, 21 Maret 2017
Hadirnya UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 menegaskan bahwa Desa sekarang sudah menjadi sebuah pemerintahan otonomi yang sudah diakui negara. Dengan adanya... Selengkapnya...

TITIK KRITIS PERENCANAAN DI KECAMATAN; KETIDAKSESUAIAN ANTARA DOKUMEN PERENCANAAN DENGAN PROGRAM KEGIATAN

PDF

Bappeda Kabupaten Ende temukan titik kritis perencanaan dihampir semua kecamatan yang ada di Kabupaten Ende. Titik kritis itu adalah ketidaksesuaian antara dokumen perencanaan dengan program kegiatan berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Banyak dokumen perencanaan yang dimasukan tidak ada hubungannya dengan kode/mata anggaran yang sudah ditentukan dalam Permendagri tersebut.- Kondisi ini mengakibatkan berbagai usulan program dan kegiatan tidak dapat terakomodir dalam RKPD dan Renja SKPD yang ada di Kabupaten.

           

Kabid Penelitian pada Bappeda Kabupaten Ende, Adrianus Yos Muda menyampaikan hal ini ketika memaparkan proses dan mekanisme perencanaan pembangunan partisipatif dalam Musrenbangcam terintegrasi di Kecamatan Lepembusu-Kelisoke selasa siang (19/02/13) yang lalu.- Lebih lanjut ia mengatakan, semua perencanaan sejak dari Musrenbangdusun dan Desa, hendaknya sungguh-sungguh memperhatikan aspek kesesuaian antar usulan dengan aturan yang berlaku. Pada Musrenbangcam tahun ini, demikian Didi, selain pihak Bappeda sangat berupaya meminimalisir ketidaksesuaian antara dokumen perencanaan dengan aturan juga akan secermat mungkin meneliti volume yang diusulkan agar tetap berpatok pada Pagu Indikatif Kecamatan yang sudah ditetapkan. Ia menjelaskan bahwa, Pagu Indikatif Kecamatan ditetapkan berdasarkan bidang prioritas dengan kriteria yang mencakup jumlah Rumah Tangga Miskin, Jumlah penduduk, luas wilayah, aksesibilitas dan jumlah desa tiap kecamatan.

           

Adrianus mengingatkan kepada peserta Musrenbangcam terutama kepada ke-23 Desa yang ada agar semua usulan selalu merujuk pada 7 program prioritas Kabupaten Ende untuk tahun 2014. Ke 7 program prioritas itu adalah pendidikan, infrastruktur dan lingkungan hidup, ekonomi(pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan,kelautan dan perikanan, perdagangan /jasa), kesehatan, tenaga kerja, pariwisata dan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta peningkatan kapasitas aparatur, yang masing-masing bidang sudah memiliki pagu indikatifnya.

           

Menjawabi sejumlah pertanyaan introspektif dan konstruktif dari peserta tentang tidak terakomodirnya sejumlah usulan dari Kecamatan yang telah menjadi prioritas 1 pada Musrenbang Kabupaten 2013 yang lalu, Didi dengan lugas dan transparan mengatakan berbagai usulan dari suatu Kecamatan yang sudah menjadi prioritas 1, harus berkompetisi dengan usulan yang sama dari kecamatan lainnya yang juga memiliki status prioritas 1. Usulan-usulan itu kata Didi, harus bisa diberikan argumentasi dalam forum SKPD serta Musrenbang Kabupaten nantinya.

           

Pada tempat yang sama, ketika memberikan pencerahan khusus kepada peserta Musrenbangcam, Kepala Bappeda Kabupaten Ende, Drg.Dominikus Minggu, M.Kes dengan tegas mengatakan, semua usulan program dan kegiatan yang sudah menjadi keputusan Musrenbangcam, harus dikawal dengan baik. Pengawalnya adalah Camat beserta jajarannya, Tokoh masyarakat, wakil rakyat yang mendapat tugas mengikuti Musrenbangcam serta para pimpinan/staf SKPD yang diutus hadir. “ Semuanya harus mengawal dan memberikan argumentasi pada forum SKPD atau Musrenbangkab” kata Drg.Dominikus.

 

Tentang pagu Indikatif Kecamatan yang sudah ditetapkan, Drg. Domi memberi solusi, apabila usulan program kegiatan volume dan biayanya melampaui pagu yang ada maka usulan itu tetap diakomodir dalam format khusus yang kelak akan diupayakan jawabannya melalui sumber dana non DAU, seperti DAK, CSR atau bantuan lainnya. (elsa-Humas Setda Ende)


Ket. Foto : Kepala Bappeda Kabupaten Ende, Drg.Dominikus Minggu, M.Kes

Addthis
You are here