.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Bupati dan Wakil

LPSE Kab. Ende

SiRUP Kab Ende

TAMAN NASIONAL

Informasi Masa Tanam

webgis

Gambar
BUPATI MARSEL LANTIK 18 ORANG KEPALA TK/SD/SMP
Jumat, 01 Juli 2016
Bupati Ende Marselinus Y. W. Petu melantik 18 orang kepala Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan... Selengkapnya...
Gambar
228 KASUS TERJADI SAMPAI MEI 2016
Jumat, 01 Juli 2016
Data gangguan Kantibmas sejak tahun 2015 lalu sampai dengan tahun 2016 ini terhitung dari Januari 2015 sampai dengan Mei 2016 ini adalah sebanyak 228... Selengkapnya...
Gambar
POLRES ENDE GELAR PASUKAN PENGAMANAN
Jumat, 01 Juli 2016
Kepolisian Resort (Polres) Ende melaksanakan apel Gelar Pasukan Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1437 H Tahun 2016. Apel gelar pasukan yang... Selengkapnya...
Gambar
KETUPAT BERUBAH MENJADI RAMADNIYA
Jumat, 01 Juli 2016
Sandi operasi dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri yang selama ini dikenal dengan KETUPAT, pada tahun 2016 ini berubah menjadi RAMADNIYA yang... Selengkapnya...
PETANI IKUTI PERTEMUAN SEMESTERAL
Jumat, 01 Juli 2016
Para petani yang berada di wilayah kabupaten Ende dampingan Yayasan Tana Nua Flores mengikuti kegiatan Pertemuan Semesteral. Pertemuan semesteral... Selengkapnya...

PERILAKU SEKSUAL HARUS DILANDASI PRINSIP CINTA KASIH

PDF

Perilaku seksual harus dilandasi prinsip cinta kasih. Seksualitas bukan sekedar naluri alam yang harus mendapat pelepasan, melainkan bagian hidup yang pantas dibina, didik, dan dikembangkan, serta penuh nilai dan kasih.  Hal ini dikatakan Romo Yosep Lalu, Pr dalam kegiatan Pembinaan Mental Mahasiswa Katolik Tingkat Perguruan Tinggi se- Kabupaten Ende di Wisma Pondok Bina Ola Ngari, Jalan Melati Ende, Senin (15 – 17 Oktober 2012).

 

Romo Yosef menjelaskan seksualitas bukan barang yang dapat diperjualbelikan, menjual seksualitas dengan pornografi atau pelacuran berarti menjual manusia. Perilaku seksualitas yang tidak berdasarkan cinta, misalnya hanya berdasarkan nafsu seperti pencabulan, pelacuran dan sebagainya tidak dibenarkan.

 

“ Persetubuhan sebagai penyerahan diri yang paling total dan paling final dan hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah mempunyai hubungan permanen, total dan pribadi, dan itu hanya dapat terjadi dalam status pernikahan.” kata Rm. Yosef

 

Pater John Dami Mukese,SVD dalam materinya tentang komunitas basis mahasiswa sebagai wadah strategis hidup bergereja mengharapkan kepada para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mampu mengidentifikasi tempatnya sebagai agen pembebasan dalam konteks komunitas basis gerejawi masing – masing, mampu mengidentifikasi perannya sebagai agen pemberdayaan komunitas basis gerejawi masing – masing, mampu menyebut ciri – ciri KBG (Komunitas Basis Gerejawi) yang membebaskan dan memberdayakan.

 

Sementara Ketua Panitia Siprianus Pangga dalam laporannya mengatakan tujuan dari kegiatan pembinaan mental Mahasiswa katolik Tingkat Perguruan Tinggi se – Kabupaten Ende adalah membantu mahasiwa-i katolik untuk menyadari keberadaan dirinya, sebagai orang yang sedang dididik, dibimbing dan dipersiapkan sebagai kader pemimpin bangsa dan gereja di masa datang, membantu para mahasiwa katolik untuk berpikir kritis, logis, dan sistematis alam menggunakan dan memanfaatkan kemajuan IPTEK demi kesuksesan dan kesejahteraan masa depannya.

 

Kegiatan pembinaaan mental mahasiswa katolik diikuti 50 orang dari beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Ende antara lain Universitas Flores 4 orang, STPM St. Ursula 5 orang, STIPAR Ende 5 orang, ABA Sint Mary 5 orang, akper 5 orang, STIMIK Nusa Bunga 10 orang, STICOM 5 ORANG, Bhajawawo 6 orang, STOKES Simbiosis 5 orang.(Ria – Humas)

Tampak Gbr: Pater John Dami Mukese,SVD sedang membawakan materi

Addthis
You are here