.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Bupati dan Wakil

LPSE Kab. Ende

SiRUP Kab Ende

TAMAN NASIONAL

Informasi Masa Tanam

webgis

Tiwu Telu Media Channel

Gambar
FLORES ETNIC FASHION SHOW AWALI SEPEKAN FESTIVAL DANAU KELIMUTU
Jumat, 16 Agustus 2019
Lomba Flores Etnik Fashion mengawali penyelenggaraan Sepekan Festival Danau Kelimutu Tahun 2019 berlangsung di sepanjang Jalan Soekarno, Kamis... Selengkapnya...
Gambar
DISPORA ENDE GELAR TURNAMEN VOLLY PANTAI
Rabu, 07 Agustus 2019
Gebrakan dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga kabupaten (Dispora) Ende dengan menggelar Turnamen cabang olahraga yang terbilang baru pertama kali... Selengkapnya...
Gambar
DUA DESA PERSIAPAN DIRESMIKAN
Rabu, 07 Agustus 2019
Wakil Bupati Ende, Drs. H. Djafar H. Achmad, MM meresmikan dua desa persiapan yaitu Desa Kotabaru Tenggah Kecamatan Kotabaru dan Desa Mautenda... Selengkapnya...
Gambar
ILUNI UI 96 ADAKAN PELATIHAN BAGI TENAGA KESEHATAN
Jumat, 02 Agustus 2019
Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Lulusan Tahun 1996 melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan bagi tenaga kesehatan... Selengkapnya...
Gambar
MUSRENBANG RPJMD PERTAJAM PROGRAM DAERAH
Jumat, 02 Agustus 2019
Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ende Tahun 2019-2024 merupakan agenda strategis dalam rangka... Selengkapnya...

INI PESAN TERAKHIR BUPATI ENDE SEBELUM MENINGGAL

PDF

altKUPANG - Sesaat sebelum meninggal dunia, Bupati Ende, Ir. Marselinus Y.W. Petu rupanya banyak bercerita tentang tekadnya menjadikan Ende lebih luas dikenal sebagai Kota Pancasila. Tekad besar itu diceritakan almarhum di kediaman kader PDIP Chen Abubakar di Jln. Kosasi Nomor 15, Kelurahan Bonipoi Kecamatan Kota Lama Kota Kupang.

Kepada media ini, Minggu (26/5) di RS Siloam Kupang, Chen Abubakar mengurai kronologi saat almarhum tiba di kediamannya hingga jatuh akibat serangan jantung.

Chen mengatakan, Sabtu (25/5) malam sekitar pukul 09.30 WITA, dia ditelpon almarhum yang tengah makan di Pasar Malam Kampung Solor. Lewat percakapan di telepon, almarhum berniat ke rumahnya yang jaraknya hanya 100 meter dari Pasar Malam Kampung Solor.

"Sekitar jam 11.30 malam, beliau bersama Ketua dan Wakil Ketua I DPRD Ende datang ke rumah dan nimbrung dalam diskusi. Kebetulan teman-teman dari PDIP termasuk Ibu Emi Nomleni sedang berdiskusi di rumah saya," ujarnya.

Saat bercerita dengan Emi Nomleni dan pengurus dan kader PDIP, lanjut Chen, almarhum menitipkan dua hal tentang pembangunan di Kabupaten Ende, mengingat PDIP akan menempatkan kadernya sebagai Ketua DPRD NTT periode 2019-2024.

Pertama, almarhum minta dukungan soal rencana besar Pemerintah Kabupaten Ende membangun monumen Pancasila di atas Gunung Meja. Sebab menurut almarhum, Ende harus dikenal luas sebagai Kota Pancasila.

"Jadi sepanjang diskusi, beliau lebih banyak omong soal Pancasila. Beliau juga undang kami untuk hadir dalam perayaan Hari Pancasila di Ende. Kata beliau, acara tersebut akan dibuat meriah," kata Chen.

Kedua, almarhum minta perhatian Pemerintah Provinsi NTT soal perbaikan ruas jalan provinsi di Kabupaten Ende. Sebab kata almarhum, ada satu ruas jalan provinsi di Ende yang panjangnya sekitar 12 kilometer, tidak pernah diperbaiki.

"Saya lupa jalan itu letaknya di mana. Hanya beliau bilang, jalan kabupaten sudah hotmix, tapi sampai di jalan provinsi, jalannya rusak. Beliau mengaku sudah ajukan ke Pemprov NTT, tapi tidak pernah terealisasi. Jadi kalau nanti kader PDIP jadi Ketua DPRD NTT, tolong ruas jalan itu diperhatikan," terang Chen.

Dari zaman ke zaman belum pernah diperbaiki. Sudah diajukan tidak pernah ada anggara. Saat sedang bercerita, Chen menyebutkan, sekitar pukul 01.05 WITA, almarhum tiba-tiba jatuh. Kepalanya jatuh tepat di atas pangkuan Emi Nomleni. "Saat jatuh, beliau sementara duduk," tandasnya.

Almarhum kemudian dilarikan ke rumah sakit dan tiba di Ruang IGD RS Siloam Kupang sekitar pukul 01.20 WITA. Setelah melakukan tindakan medis, sekitar pukul 02.17 WITA, dokter menyampaikan bahwa almarhum telah meninggal dunia.

"Beliau sempat tarik nafas panjang dua kali saat sampai di Siloam. Dokter bilang, nadi beliau sudah tidak berdetak sebelum sampai di IGD, tapi mereka masih berusaha melakukan tindakan medis selama satu jam," ungkapnya.(FP-05).

 

Sumber: Florespedia.Com

Addthis
You are here