.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI DI NTT SANGAT TINGGI

Data menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di NTT sangat tinggi. Angka Kematian Ibu di NTT sebanyak 306/100.000 kelahiran hidup, dan Angka Kematian Bayi (AKB) 57/1.000 kelahiran hidup, sedangkan secara Nasional AKI hanya 228/100.000 kelahiran hidup dan AKB sebanyak 34/1.000.000 kelahiran hidup. Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ende, drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes saat membuka kegiatan Temu Kerja Kemitraan dalam rangka Akselerasi Program Kependudukan dan KB di Hotel Dwi Putra, Selasa (30/7/2013).


Sekda Domi mengatakan, selain AKI dan AKB yang masih tinggi, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 ( SDKI 2012) menunjukkan bahwa NTT juga memiliki total Fertility Rate (TFR) yang masih tinggi yaitu 3,3 artinya bahwa setiap wanita usia subur di NTT rata-rata berpotensi memilki anak berjumlah 3 sampai 4 orang selama kurun waktu reproduksinya, sedangkan TFR Nasional hanya 2,6. Selain itu, jumlah keluarga miskin di NTT 65,42% dan keluarga yang memiliki anak lebih dari 4 orang sebagian besar berasal dari keluarga miskin yang ada di pedesaan.


Dikatakannya, pertumbuhan penduduk di NTT justru mengalami kenaikan dari 1,7% pertahun pada sensus penduduk tahun 2000 menjadi 2,07% pertahun pada sensus penduduk tahun 2010. Berbagai fakta diatas kata Sekda Domi, akan terus menjadi keperihatian keluarga dan pemerintah daerah, jika tidak ditangani secara dini, komprehensif dan simultan. Bila dibiarkan maka target Millenium Development Goals (MDGs) tidak dapat dicapai, dan tidak menutup kemungkinan pada suatu ketika akan terjadi bom kelahiran, bom kematian ibu dan bayi serta bom kemiskinan di NTT.


Terkait dengan laju pertumbuhan penduduk di NTT, Sekda Domi mengharapkan, NTT harus memilki kualitas SDM yang handal, menekan angka kematian Ibu dan bayi, menekan kemiskinan sehingga terwujudnya keluarga yang sehat, cerdas, mandiri dan sejahtera yang harus dimulai dari Kabupaten dan Kota.


Sementara Ketua Panitia, dr.Heni Ratnawati dalam laporannya menjelaskan bahwa tujuan diadakan kegiatan tersebut untuk meningkatkan strategi percepatan peningkatan cakupan pelayanan KB dan ketahanan keluarga dalam mensejahterakan masyarakat, melalui akselerasi program kependudukan dan keluarga berencana dalam mendukung agenda pembangunan di daerah. (Ria – Humas Setda Ende)

Addthis
You are here