Pemerintah Kabupaten Ende

ENDE LIO SARE PAWE

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

3 DESA DI KECAMATAN NDORI RAWAN ABRASI

Menyikapi kondisi cuaca yang cenderung ekstrim akhir-akhir ini, Camat Ndori Andreas Ndori secara kontinyu terus mengingatkan warga masyarakat di wilayahnya agar mengambil sikap hati-hati dalam melakukan aktifitas, baik disiang maupun malam harinya. Angin kencang yang datangnya secara tiba-tiba disusul dengan gelombang bisa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Hal yang paling diwaspadai adalah terjadinya gelombang pasang yang mengakibatkan abrasi. Karena ada 3 Desa dalam wilayahnya yaitu Desa Serandori-Dusun Iliwodo, Desa Maubasa Timur dan Desa Maubasa terkategori rawan abrasi.

 

Hal ini disampaikan Camat Ndori Andreas Ndori, Kamis siang (28/02-2013) di Ende ketika Humas Pemkab Ende menanyai situasi terakhir kondisi cuaca di wilayahnya. Lebih lanjut Ia mengatakan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginan bila ada gejala gelombang pasang maka warga di 3 Desa yang berpotensi terkena abrasi itu dianjurkan untuk mengungsi ke pemukiman baru yang berlokasi di areal kantor Camat lama. “ Lokasi kantor camat lama cukup aman karena terletak di dataran tinggi, apalagi tanahnya sudah dihibahkan kepada pemerintah” jelasnya.

 

Camat Ndori menambahkan, hampir setiap tahun 3 Desa pesisir itu sudah menjadi langganan abrasi. Walau masyarakatnya sudah terbiasa dengan perlakuan alam yang demikian, kata Camat, namun ia selalu memperhitungkan kondisi ekstrim dari gelombang pasang yang ada demi keselamatan warganya. Para nelayan dihimabu untuk tidak melaut apabila cuaca buruk masih berlangsung. Sedangkan bagi warga non pesisir yang bermukim di daerah dataran tinggi, ia juga selalu mensosialisasikan tentang tindakan penyelamatan dini bila terjadi longsoran. Menurutnya, longsoran sering terjadi karena warga kurang bijak dalam memanfaatkan lahannya. Banyak pepohonan yang berfungsi sebagai penahan tanah sudah ditebang untuk kepentingan pembangunan rumah tinggal. Selain itu, masyarakat membuka lahan garapan baru dengan tanpa memperhitungkan aspek kemiringan tanah apa bila terjadi hujan deras dalam kurun waktu yang lama.(elsa-Humas Setda Ende)

Addthis
You are here