Pemerintah Kabupaten Ende

ENDE LIO SARE PAWE

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

BUPATI HANYA MELANTIK

Yang memilih kepala desa bukanlah bupati, melainkan masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Bupati hanya mengesahkan keputusan BPD dan melantik kepala desa. Hal ini disampaikan bupati Ende Don Bosco M. Wangge saat meresmikan desa dan melantik Kepala Desa Je’o Du’a di Desa Je’o Du’a Kecamatan Detukeli, Sabtu (24/11). Turut hadir dalam pelantikan acara pelantikan Ketua DPRD Kabupaten Ende Marselinus Y.W Petu.


Menurut Bupati Don, kepala desa terlantik merupakan pilihan masyarakat. Untuk itu, masyarakat dan BPD harus “ Boka Ngere Ki Bere Ngere Ae“ yang artinya BPD dan Masyarakat harus bersatu padu bekerja sama bahu-membahu untuk membangun desa.


Lebih lanjut Bupati Don mengatakan terkait pemekaran Desa Je’o Du’a dari desa induk yakni Desa Wolomuku dengan alasan pendekatan pelayanan, percepatan pembangunan dan mencapai kemandirian, merupakan keinginan seluruh masyarakat. Untuk itu, masyarkat Je’o Du’a tidak lagi mengingkari keputusan. Bupati Don berharap kepada semua unsur yakni masyarakat, kepala desa, BPD dan para mosalaki dengan perannya masing-masing, bekerja sama bahu membahu untuk mencapai cita-cita bersama yakni mewujudkan desa yang maju, mandiri dan sejahtera dengan dukungan Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah daerah untuk kegiatan pembangunan di desa.


Bupati Don menghimbau kepada masyarakat desa Je’I Du’a yang 99 persen adalah petani, untuk terus berusaha dan bekerja keras memanfaatkan dan mengolah lahan pertanian dengan menanam tanaman local. “ Kita harus kembali mengembangkan tanaman lokal seperti ubi dan pisang yang cocok di daerah ini dan tidak kalah nilai gizinya, untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, “ kata Bupati Don.


Ketua DPRD Kabupaten Ende Marselinus Y.W Petu dalam sambutannya mengatakan penyematan tanda pangkat dan jabatan seperti topi, tanda pangkat dan penyematan garuda di dada bukan hanya gagah-gagahan, tetapi merupakan symbol beban dan tanggungjawab yang harus dijunjung dan dipikul oleh seorang pemimpin. Menurut Marsel, jabatan sebagai seorang kepala desa hendaknya mampu menjaga kepercayaan yang diberikan oleh rakyat dengan bekerja jujur dan mampu menjadi pengayom masyarakat yang bermuara pada kesejahteraan. (Min Anggo/Humas Setda Ende)

Addthis
You are here