.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

MAHASISWA DESAK PEMKAB ENDE SWEEPING PASAR

Ratusan mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi di Ende hari ini Sabtu,(31/3), kembali menggelar aksi demo menolak kenaikan haga Bahan Bakar Minyak (BBM). Setelah sehari sebelumnya demo yang sama juga digelar BEM STPM St. Ursula Ende. Kali ini mahasiswa dalam tuntutannya, mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Ende, segera melakukan sweeping terhadap sejumlah pedagang. Karena saat ini harga kebutuhan pokok di pasar - pasar melonjak tinggi. Kondisi ini sangat membebani masyarakat Kabupaten Ende terutama masyarakat kecil.


Masa pendemo dalam orasinya yang disampaikan di depan Kantor Bupati Ende, mengungkapkan kenaikan harga sembilan pokok dan material bangunan di Ende saat ini, telah melampaui batas kewajaran. Rencana pemerintah pusat menaikkan harga BBM, kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang besar maupun pedagang kecil untuk meraup keuntungan besar di atas penderitaan rakyat. Mereka juga mengungkapkan, kelangkaan minyak tanah di Ende saat ini, karena dipicu adanya rencana kenaikan harga BBM. Mereka mensinyalir ada pengusaha yang sengaja menimbun BBM. Situasi ini benar-benar telah menyengsarakan masyarakat. Oleh karenanya mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Ende, segera melakukan penertiban dan menindak tegas para penimbun BBM tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ende, Yoseph Ansar Rera, kepada para pendemo, menyampaikan penghargaan kepada mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya. Pemerintah daerah Senin, 2 /4/2012 akan melakukan rapat bersama dengan Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Muspida), guna menyikapi situasi yang terjadi saat ini sebagaimana tuntutan para pendemo. " Setelah rapat bersama itu, akan dilanjutkan dengan rapat tim teknis untuk melakukan operasi pasar," tandas Ansar Rera.


Masa pendemo juga meminta agar Pemerintah daerah tidak menunda-nunda dalam upaya penertiban harga bahan kebutuhan pokok dan menindak para pengusaha nakal. " Kami minta dalam penertiban itu, pemerintah harus menyertakan perwakilan dari mahasiswa," demikian teriak para pendemo yang disambut dengan tepuk tangan semua peserta.


Selain itu dalam orasinya mahasiswa juga mengungkapkan mosi tidak percayanya terhadap sejumlah fraksi di DPR RI. Mereka menilai hasil Sidang Paripurna yang menunda kenaikan harga BBM merupakan sandiwara yang membohongi masyarakat Indonesia. Menurut pendemo mestinya keputusan Paripurna DPR RI secara tegas menolak kenaikan harga BBM, sebagaimana tuntutan masyarakat Indonesia. "Ini sandiwara yang sedang dilakoni oleh Pemerintahan SBY dan para Anggota DPR RI untuk mengelabui rakyat. Untuk itu kita patut menyampaikan mosi tidak percaya kepada sejumlah Fraksi di DPR RI yang telah menyampaikan sikap abu-abu. Kita tidak percaya terhadap Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Golkar, Fraksi PKS dan Fraksi PAN. Setuju saudara-saudara?" demikian teriak kordinator lapangan dengan lantang.
Setelah menyampaikan tuntutan sikap para mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Ende, seperti Mahasiswa Unifersitas Flores, STPM St. Ursula dan IKIP Bajowawo bergerak menuju gedung DPRD Ende. ( adm,pt,humas_setda_nd)

Addthis
You are here