.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

BADAI ANGIN RUSAKKAN SERIBU LEBIH RUMAH

Badai angin yang melanda hampir diseluruh wilayah Flores Lembata sepekan terakhir menimbulkan kerusakan dan kerugian yang luar biasa. Akibat terjangan badai angin kencang yang disertai hujan lebat sebanyak 1.145 rumah di 21 kecamatan di Kabupaten Ende rusak. Taksasi kerugian hingga Senin (19/3) telah mencapai Rp 29 miliar lebih. Sementara dana tanggap darurat yang masuk dalam APBD 2012 hanya sebesar Rp 750 Juta.


Demikian disampaikan Bupati Ende Don Bosco M. Wangge di ruang kerjanya, Senin (19/3). Bupati Don mengatakan, ia mendapat laporan langsung dari para camat, kepala desa, tokoh masyarakat dan masyarakat umum lainnya tentang bencana angin dan banjir di Ende. “ Saya terus mengikuti perkembangan soal bencana di Ende. Selain mendapat laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), saya juga mendapat laporan langsung dari masyarakat, lewat SMS dan juga telepon. Masyarakat yang punya nomar HP saya, langsung SMS. Saya juga dapat laporan dari kepala desa, camat dan juga dari tokoh masyarakat. Kita bersyukur karena dalam bencana kali ini tidak ada korban jiwa,” kata Bupati Don.


Lebih lanjut Bupati Don mengatakan kita telah membuat laporan ke provinsi dan meminta bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Jakarta. Dari hasil perhitungan sementara yang saya peroleh dari BPBD Kabupaten Ende hingga senin telah terjadi kerusakan rumah sebanyak 600 lebih. Disertai dengan kerusakan lainnya seperti tanaman perdagangan dan palawija. Kerugian sementara yang berhasil di hitung hingga minggu (18/3) telah mencapai Rp29. 704. 300.00 taksasi kerugian Rp29 miliar lebih ini sifatnya masih sementara. Karena ada kecamatan yang belum membuat laporan secara rinci,” katanya.


Bupati Don menambahkan, dengan melihat data sementara yang di sampaikan oleh BPBD, dana yang ada sangat tidak cukup untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. Salah satu cara untuk mengatasi masalah yang rumit ini adalah dengan meminta bantuan ke provinsi dan pemerintah pusat.


Untuk sementara, Bupati Don telah meminta Dinas Sosial dan Dolog untuk menyalurkan beras bantuan bencana alam. Menurut Bupati Don, pagu beras untuk bencana alam sebanyak 100 ton. Namun untuk penyaluranya di butuhkan data yang baik agar bantuan itu tepat sasaran.


Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende Frans Hapri mengatakan, jumlah rumah yang rusak bertambah menjadi 1. 145 unit. Kalau sebelumnya dalam laporan ke bupati Minggu {18/3} jumlah rumah rusak sebanyak 600 unit lebih, maka sampai dengan selasa {20/3} pukul 9. 30 jumlah rumah rusak menjadi seribu lebih.


Namun kerugian yang ditaksasi masih bersifat sementara seperti yang di sampaikan Minggu {18/3}. Kerugian yang sudah bisa di hitung mencapai Rp 29 miliar lebih. Kalau di tambah dengan kerusakan rumah yang ada disertai tanaman lainnya, maka taksasi kerugian akan menjadi lebih besar. Tapi laporan ini saya sudah sampaikan ke provinsi,”kata Frans Hapri.


Sementara Anggota DPRD Ende Yustinus Sani sebelumnya meminta pemerintah melakukan koordinasi dengan Dinas instansi terkait dalam mengatasi masalah bencana di Kabupaten Ende. Menurut Yustinus, bantuan yang paling mendesak adalah kebutuhan makanan bagi warga yang menjadi korban banjir dan angin putting beliung. Menurut Yustinus, ada dana tanggapan darurat sebesar Rp.1 miliar. Yustinus mendesak pemerintah untuk gunakan segala upaya atasi permasalahan yang di hadapi masyarakat saat ini.(adm,pt)

Addthis
You are here