.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

AMANAT DEMO TOLAK TAMBANG

Aliansi  Masyarakat Nangaba Anti Tambang (Amanat) mendesak Bupati Ende Don Bosco M. Wangge mencabut seluruh izin pertambangan mineral di Kabupaten Ende. Masyarakat juga mendesak bupati membatalkan izin eksplorasi tambang pasir besi di Nangaba telah menimbulkan keresahan, ketakutan kekhawatiran di tengah masyarakat akibat adanya antimidasi, bujuk rayu, teror, dan ancaman dari waktu ke waktu. Pernyataan sikap Amanat ditandatangani Yosep Rango, koordinator dan dibacakan salah seorang tokoh adat Nangaba Yani Rukuramba di hadapan Bupati, Ketua DPRD dan anggota DPRD Ende.

           

Aksi Amanat dimulai dari Nangaba dan berakhir di Halaman Kantor Bupati Ende. Dalam aksi ini, Amanat didampingi sejumlah anggota JPIC Keuskupan Agung Ende Romo Stef Wolo Itu Pr, Pater Markus Tulu SVD dan Rm. Reginald Piperno Pr. Sejumlah orator menilai apapun alasannya tambang tidak cocok untuk Flores.

 

Tokoh masyarakat Nangaba, Harun Bin Karim bahkan dalam bahasa Ende meminta bupati melihat kondisi riil yang dialami masyarakat pesisir Nangaba. Menurut dia, saat ini hubungan antara masyarakat di Nangaba tidak harmonis. Karim bahkan menyampaikan tentang sulitnya warga Nangaba melintas di pantai yang saat ini seolah dikuasi oleh para pengelola tambang pasir besi. “ Warga yang hendak melintas di pantai dilarang. Kami Khawatir jangan sampai di antara para pengelola tambang dan warga timbul persoalan.” kata Karim.

           

Masyarakat anti tambang mengemukakan 6 fakta yang mereka hadapi saat ini di Nangaba yakni terjadi kerusakan lingkungan di sekitar area tambang pasir besi, berupa penggalian batu dan pasir yang banyak, batu pemecah gelombang telah dipindahkan, sehingga hempasan ombak tidak tertahan lagi, batu-batu kecil di sekitar area pertambangan yang selama ini sebagai mata pencaharian untuk cari siput telah hilang, terjadi pengurangan daratan akibat hempasan gelombang yang sampai rumah warga, rumput di sekitar muara yang bisa jadi untuk pakan ternak telah hilang serta adanya keresahan yang dialami masyarakat akibat intimidasi dan lainnya.

           

Oleh karena itu massa mendesak bupati mencabut izin usaha pertambangan dan hentikan kegiatan eksplorasi tambang pasir besi di Nangaba dan segera melakukan reklamasi dan penghijauan di sepanjang pantai Nangaba.

           

Amanat juga meminta DPRD untuk mendesak bupati cabut izin tambang, hilangkan kata mineral logam dari Ranperda tentang tambang Kabupaten Ende dan meminta dewan untuk selalu berjuang bersama rakyat.

           

Menanggapi permintaan massa, Bupati Don berjanji akan membicarakan  aspirasi masyarakat dengan dewan. Dalam kaitan dengan Ranperda tambang, dua fraksi di DPRD menyatakan menolak. Aspirasi masyarakat ini akan ditampung dan akan hadirkan ahli tambang untuk menentukannya.(adm,pt,florespos)

Addthis
You are here