.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

APUNGKAN NUSA DAMAI, TIM TUNGGU BALON

Tim evakuasi Kapal Motor (KM) Nusa Damai , PT Nautic Maratime Salvage sudah bekerja hampir 2 bulan dan saat ini sedang melakukan penambahan dan las bagian kapal yang keropos yang bertujuan mengendapkan udara dalam kapal. Untuk memudahkan proses pengapungan, ruangan dalam kapal diisi dengan udara. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Laut, Dinas Perhubungan Kabupaten Ende Lodovikus Robyanto She, Senin (12/3).


Roby She mengatakan, setelah memasang 3 unit wins yang berfungsi untuk membantu proses pemindahan kapal, kini tim fokus kerja di bawah air. Saat ini tim sedang menambal bagian kapal yang bocor dengan menggunakan kaolin. Kaolin lanjut Roby She,merupakan campuran material batu yang didatangkan khusus dari Bangka dan semen. Campuran semen dan kaolin digunakan untuk menambal bagian kapal yang bocor pada ruangan yang bisa diisi udara. Selain didatangkan dari Bangka, tim juga mengambil batu cadangan dari Sokoria, Kecamatan Ndona Timur dari hasil galian panas bumi Mutubusa.

           

Lebih lanjut Roby menjelaskan, selain menambal dengan menggunakan kaolin, tim evakuasi juga memperbaiki bagian kapal yang sudah keropos dengan cara di las. Untuk mendukung pekerjaan las di bawah air, Tim evakuasi telah mendatangkan satu unit alat baru untuk las di bawah air. Jika proses pengedapan udara telah selesai, maka proses berikutnya adalah pemasangan balon pengapung kapal.

         

Untuk bisa mengangkat kapal, jelas Roby She, balon yang dibutuhkan cukup banyak. Minimal jumlahnya harus 50 persen dari berat kapal dan isinya. Menurut Roby She, berat kapal dipekirakan mencapai 3.500 ton ditambah berat isinya bisa mencapai 1.500 ton. Dengan berat kapal dan isinya yang mencapai 4.000 ton, maka balon yang dibutuhkan kurang lebih 2.000 hingga 2.500 buah.

           

“Sebab yang saya dengar dari penjelasan teknisi bahwa satu buah balon memiliki kekuatan mencapai 1 ton. Sehingga kalau beratnya mesti seimbang yakni 50 persen dari berat kapal, maka dibutuhkan 2.000 - 2.500 balon,”kata Roby She.

           

Roby She menambahkan, kegiatan penyelaman masih terus dilakukan secara bergantian. Kelompok pertama mulai pukul 7.30 hingga pukul 11.00. Kelompok kedua mulai pukul 13 hingga pukul 16.00. Sampai saat ini kegiatan penyelaman dengan kekuatan 15 orang penyelam dari PT Nautic Maratime Salvage terus berusaha agar kapal Nusa Damai bisa dibebaskan dari kolam labuh pelabuhan Ipi.

              

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Abraham Badu yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/3) mengatakan, proses evakuasi diharapkan bisa selesai sesuai dengan rencana. Namun semua itu mesti disesuaikan dengan kondisi alam yang terkadang tidak bersahabat. Hujan yang disertai angin kencang beberapa minggu terakhir sangat mempengaruhi proses evakuasi di Pelabuhan ipi.

           

Abraham Badu mengatakan, tim masih menunggu balon pengapung dari Cina. Rencananya balon pengapung nanti langsung dibawa ke Ende tanpa menyinggahi Surabaya untuk mempercepat proses dan menghemat biaya. “Kalau kita ke pelabuhan sekarang, tampak seperti tidak ada kegiatan, tapi mereka masih konsentrasi kerja di bawah air. Sedang dilakukan penambalan dan pengedapan udara. Setelah proses penambalan selesai, diharapkan balon pengapung sudah tiba di Ende. Dengan demikian prosesnya bisa berjalan sesuai rencana,”kata Abraham.

           

Koordinator tim evakuasi dari PT Nautic Maratime Salvage, Ronald Johansen saat ini sedang berada di Jakarta untuk urusan dinas berkaitan dengan proses evakuasi. Diharapkan saat kembali nanti, dia datang bersamaan dengan sejumlah peralatan evakuasi dan balon pengapung kapal.(adm,pt)

           

 

Addthis
You are here