.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

90 PERSEN TULANG BETON DERMAGA IPPI-ENDE KROPOS

Hampir 90 persen tulang beton bangunan Dermaga Ippi-Ende kini telah korosi hingga kropos terjadi dengan kecepatan 0,42 mm (mili meter). Kondisi korosi ini diketahui berdasarkan penelitian struktur Dermaga Ippi yang dilakukan Konsultan PT Konsultan Semen Gresik pada tahun 2009 lalu. Hal ini disampaikan Manajer PT Pelindo III Kawasan Ende, Yuvensius Andri di Kawasan Pelabuhan Ende, Jumat (17/2/2012). 

Yuvensius mengatakan selain kerusakan tulang beton, hasil penelitian itu juga menunjukan Dermaga Ippi telah mengalami kerusakan pada plat 63,7 persen dan pada balok kerusakan mencapai 21,6 persen. Bentuk kerusakan sebagian besar berupa retak dan karat pada tulangan. Indikasi penyebab kerusakannya, adalah umur bangunan yang telah menjadi 27 tahun dan selimut beton yang terlalu tipis.

           

Masalah lainnya, lanjut Yuvensius, keseragaman mutu beton pada saat pelaksanaan atau pengecoran kurang baik, dengan standar deviasi dari diisyaratkan. Hasil penelitian lainnya, yakni fender dermaga itu telah banyak mengalami kerusakan, sehingga beban yang diterima dermaga juga menjadi lebih besar. Dengan kondisi dermaga seperti itu, maka perlu dilakukan perbaikan elemen-elemen struktur yang mengalami kerusakan, dan harus dilakukan pemeriksaan rutin terhadap bangunan dermaga.

           

Yuvensius mengatakan, pihak operasional dermaga juga diminta tidak menambah beban melebihi batasan, yaitu berat kendaraan maximal sebesar 12 ton, dan kapal yang sandar maksimal 3.000 DWT. Jika dermaga direncanakan untuk disandari kapal sebesar 6.000 DWT, maka disarankan bangun system fender tersendiri (independent) agar tidak berdampak dermaga terhadap struktur dermaga eksisting.

           

Lebih lanjut Yuvensius menambahkan, sambil menunggu perbaikan secara keseluruhan, maka untuk mengantisipasi agar plat dermaga semakin tidak bertambah parah, maka plat dermaga yang rusak perlu diberi marine plat.

 

 

Selain Dermaga Ippi, juga asset Pelabuhan Ende belum diserahkan dari Administrator Pelebuhan (Adpel) kepada Pelindo. Aset dermaga itu hingga saat ini belum diserahkan. Kendati demikian, Pelindo tetap melakukan pengoperasian guna melancarkan kegiatan di Pelabuhan. Menyangkut penyerahan aset Pelabuhan Ende ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Adpel, namun masih menunggu waktu yang tepat. ’’Kita di Ende ada dua pelabuhan yaitu Ippi dan Ende. Pemanfaatan dua pelabuhan ini dilihat dari kondisi cuaca. Diharapkan asset di pelabuhan Ende dapat segera diserahkan kepada Pelindo, agar Pelindo memiliki kewenangan luas untuk mengaturnya,’’tandas Yuvensius. (adm,pt, floresstar)

Addthis
You are here