.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

BATU PENGGAJAWA TEMBUS PASAR EROPA

Batu Penggajawa hijau dari pesisir pantai Desa Penggajawa dan Raporendu di Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende sudah menembus pasar Asia dan Eropa. Camat Nangapanda Alexander Raki ketika ditemui mengatakan kecamatan yang dipimpinnya tidak hanya mengandalkan potensi tanaman komoditi perkebunan dan pertanian, tetapi di daerah pesisir selain hidup sebagai nelayan , masyarakat juga menopang hidupnya dari usaha tambang batu penggajawa hijau.

Tambang batu tersebut kata Alex Raki, sangat membantu masyarakat menambah penghasilan rumah tangga. “ Masyarakat setempat menjual batu kepada pembeli atau pengusaha itu kemudian menjual ke Surabaya. Selain dijual di pulau Jawa, juga ada yang dikirim ke Eropa, “ kata Alex. Alex menjelaskan harga jual oleh masyarakat pengumpul batu terbilang murah. Satu karung batu ukuran 20 Kilogram (Kg) dijual dengan harga Rp 7.500.

Mengenai retribusi menurut Alex, pemerintah desa dan kecamatan selama ini tidak pernah menerapkan aturan untuk memungut retribusi dari penjualan batu tersebut agar tidak memberatkan masyarakat. Namun kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kegiatan tambang batu tersebut diurus oleh dinas teknis di kabupaten. “ Kita tidak tahu teknisnya bagaimana, tetapi kontribusinya mungkin dipungut saat batu tersebut mau diantar pulaukan, “ kata Alex.

Lebih lanjut Alex mengingatkan kepada masyarakat agar memperhatikan juga aspek lingkungan. Kegiatan tambang batu hijau ini harus benar-benar seimbang dengan usaha melestarikan lingkungan artinya batu yang diambil dari pesisir pantai yang ada jangan berlebihan sehingga tidak terjadi abrasi.

Salah satu warga pengumpul batu Penggajawa mengatakan batu yang mereka kumpul hampir setiap hari dibeli pengusaha dari Kota Ende. Menurutnya batu yang diambil dari pantai tidak langsung dijual tetapi harus memilah batu-batu tersebut sesuai ukuran kecil dan besar. (adm,pac)

Addthis
You are here