.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Simulasi Bencana, Puluhan Warga Meninggal di Ende


Satu rumah ludes terbakar, satu hancur berantakan ditambah puluhan warga meninggal dunia dalam simulasi penanggulangan bencana tingkat Kabupaten Ende yang digelar di Pantai Pu’unaka, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende Selatan, Kamis (13/10/2011).

Simulasi bencana ini digelar oleh Lembaga FIRD dan Taruna Siaga Bencana Kelurahan (TSBK) Kelurahan Paupanda dan Tanjung.

Dalam simulasi itu diperagakan beberapa siswa sedang bermain bola di tepi pantai. Sementara itu warga sepanjang pantai Pu’unaka menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Tiba-tiba terdengar bunyi sirene tanda bencana. Anak-anak yang sedang bermain berhamburan menyelamatkan diri. Aktivitas warga sejenak terhenti.

Badai tsunami disertai gempa yang datang secara tiba-tiba membuat ada di antara mereka yang tidak sempat menyelamatkan diri. Ada yang tersapu gelombang, ada yang tertimpa reruntuhan, ada yang pingsan.
TSBK kemudian berdatangan memberikan pertolongan.
Aparat Pol PP, Kepolisian dan TNI juga ikut membantu. Tenda darurat didirikan. Sementara petugas medis memberikan pertolongan pertama pada mereka yang luka-luka. Di laut, petugas SAR ikut mencari korban yang hanyut terbawa gelombang.

Simulasi ini mendapat perhatian aplaus meriah dari masyarakat sekitar. Wakil Bupati Ende, Achmad Mochdar, Ketua DPRD Ende, Marcelinus Petu, Dandim Ende, Frans Thomas dan pejabat lainnya.

Peserta simulasi berasal dari masyarakat dan siswa dari sekolah yang ada di Kelurahan Paupanda dan Tanjung.

Ketua Panitia, Hasan Abdurahman, mengatakan, simulasi ini digelar sebagai bentuk persiapan masyarakat untuk tahu apa yang harus dilakukan bila bencana benar-benar terjadi.

“Meski ini hanya simulasi, namun kami minta masyarakat untuk memainkan perannya seolah-olah benar-benar sedang terjadi. Karena wilayah ini adalah daerah bencana, maka masyarakt harus disiapkan dengan benar,"kata Hasan.

Camat Ende Selatan, Ismail Petrosila, mengatakan, Pu'unaka dan Paupanda selalu jadi ancaman gelombang pasang setiap tahun. “Simulasi ini memang sangat penting bagi mereka. Mereka harus tahu apa yang harus dilakukan bila bencana terjadi. Memang bencana tidak bisa dihindari, namun risiko harus sedikit dikurangi,” ujarnya

Editor: Romualdus Pius  |  Sumber: Pos Kupang
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Addthis
You are here