.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Peserta Simulasi Gempa di Ende Pingsan Sungguhan

Samuel Oktora/KOMPAS Nurhalima Boro, salah seorang siswinya pingsan saat mengikuti simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi, Sabtu (8/10/2011).

Pihak SMP Negeri 1 Ende Selatan, di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, dibuat panik ketika Nurhalima Boro, salah seorang siswinya, pingsan saat mengikuti simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi, Sabtu (8/10/2011).

Simulasi itu kerja sama antara Kelurahan Paupanda, Tim Siaga Bencana (TSB) Kelurahan Tanjung, TSB Kelurahan Paupanda, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Floress Institute for Resources Development (FIRD).

Nurhalima, dalam simulasi gempa berkekuatan 7,4 skala Richter dengan tempo 12 detik itu mendapat peranan sebagai korban pingsan yang diskenariokan berjumlah 12 orang.

Secara keseluruhan, dalam simulasi itu terdapat 13 korban meninggal, dan 36 korban luka ringan, luka berat, ataupun korban pingsan. Para korban ketika gempa terjadi tidak segera berlari keluar ruangan menuju lapangan atau tempat terbuka, melainkan tetap tinggal di dalam kelas.

Siswa yang memerankan korban luka ringan, maupun luka berat seperti patah tulang tampak begitu menghayati dengan menangis atau merintih kesakitan. Sedangkan Nurhalima juga beradegan dengan baik sebagai korban pingsan dalam posisi berbaring, dan mata terpejam.

Nurhalima diketahui pingsan sungguhan ketika simulasi sudah berakhir, dan peserta simulasi hendak dibagikan minuman dan makanan ringan oleh panitia. Ketika diminta dibangunkan , eh... mata Nurhalima tetap terpejam, dan badannya tak bergerak.

"Anak ini (Nurhalima) pingsan benaran," teriak salah seorang peserta simulasi, dan langsung beramai-ramai mereka mengusung Nurhalima ke ruang Unit Kesehatan Sekolah setempat.  

Waktu saya pijit-pijit di bagian antara jari telunjuk dan jempol, juga mengusap minyak kayu putih ke hidung korban, anak ini tak lama kemudian sadar. Katanya waktu berangkat ke sekolah belum sarapan, jadi fisiknya lemah.

"Tapi mungkin juga anak ini ikut panik karena waktu simulasi disampaikan ada korban meninggal 13 orang. Jadi pingsan sungguhan," kata Epaparis Adnan, anggota TSB Kelurahan Paupanda, Sabtu, di Ende.

ENDE, KOMPAS.com

Addthis
You are here