.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Jarak Pandang Terbatas, Pesawat Terlambat Mendarat

Jarak pandang yang cuma 500 meter menyebabkan pesawat tidak bisa mendarat di Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman, di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/10/2011) pagi tadi.

Hal itu terjadi sejak Kamis (6/10) sore sampai Jumat pagi, sehingga seperti pesawat Jet BA e 146-200 Nusantara Air Charter yang dio perasikan oleh Maskapai TransNusa dari Labuan Bajo, maupun pesawat Wings Air ATR 72-500 dari Kupang untuk mendarat mesti menunggu cuaca terang. Kedua pesawat itu pun akhirnya mengalami keterlambatan hingga 2,5 jam-3 jam.

Pesawat TransNusa, yang mestinya mendarat pukul 06.30 wita baru dapat mendarat pukul 09.12, sedangkan pesawat Wings Air yang dijadwalkan tiba pukul 07.00 baru mendarat pukul 09.52. Sekitar pukul 09.00 awan baru terbuka, sehingga pesawat bisa mendarat.

Sebelumnya jarak pandang hanya berkisar 500 meter, ini sangat riskan untuk pendaratan, sehingga pagi tadi bandara masih ditutup, kata staf Pengatur Lalu Lintas Udara Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende Abner, Jumat, di Ende. Kedua pesawat itu khusus membawa penumpang yang kemarin (Kamis) sore batal mendarat di Ende, karena cuaca mendung dan hujan, jarak pandang hanya 1 km.

Menurut Adnan Dendi, petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Maumere yang ditempatkan di Ende mengatakan, dari pantauan cuaca sejak pukul 05.00-09.00, kondisi langit setempat penuh awan dan hujan terus menerus dengan intensitas rendah. Hingga sore ini, c uaca di kota Ende masih berawan dan turun hujan.

ENDE, KOMPAS.com-

Addthis
You are here