.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

SAYA KECEWA DENGAN HASIL YANG DIDAPATKAN

Ungkapan kekecewaan Bupati Ende, Drs.H Djafar H Achmad Kepada para kepala OPD yang hadir pada saat kegiatan rapat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Pencegahan wilayah V KPK dalam pelaksanaan program pencegahan korupsi (CMP) di Lantai 2 Kantor Bupati Ende ( Rabu, 7/4/2021)

 

"Saya kecewa betul ini. Maaf jika saya kurang perhatian. Kita sebagai penanggung jawab wilayah ini. Kalau kita lelet dan nilainya nol semua gini sudah kerja apa kita? Ayo, mari kita bangun komunikasi bersama dengan inspektorat,” tegas Bupati Djafar

Menurut catatan KPK per 13 Januari 2021, skor MCP Kabupaten Ende tahun 2020 secara keseluruhan masih sangat rendah yaitu 30,21 persen, sedangkan se-provinsi NTT yaitu 32,98 persen. Angka ini jauh di bawah rata-rata nasional yaitu 64 pers

Sebelumnya Bupati Djafar sudah menyampaikan apresiasinya kepada KPK atas pendampingan pelaksanaan program pencegahan korupsi kepada pemda.

 

Bupati Djafar juga menyampaikan pentingnya peningkatan penerimaan daerah mengingat masih banyak potensinya di Kabupaten Ende.

 

“Di Ende ini ada potensi panas bumi atau geothermal salah satu terbesar di dunia, berlokasi di Sokoria, Ndona Timur, Ende. Fasilitas PLTPnya sudah dibangun, hanya saja hingga saat ini belum beroperasi. Potensi listrik yang dapat diproduksi sekitar 5 Megawatt. Kalau bisa kita gunakan, mungkin dapat menekan harga listrik yang saat ini kita gunakan,” ujar Bupati Djafar

 

Bupati Djafar menjelaskan Kabupaten Ende, memiliki potensi di sektor pariwisata dan ekonomi. Hanya saja tidak banyak investor yang datang menanamkan investasinya di Ende. Salah satu penyebabnya stigma bawah Ende masih termasuk daerah miskin. Padahal perputaran finansial Ende peringkat kedua di provinsi NTT.

 

Bupati Djafar mengatakan bahwa nilai standar yang ditetapkan untuk daerah Timur Indonesia terlalu tertinggi sehingga sulit mengejar.

(robiasra-endekab.go.id)

 

 

Addthis
You are here