.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

PENANGANAN COVID-19 DI KABUPATEN ENDE KETERSEDIAAN RAPID TEST SUDAH SANGAT TERBATAS

altTerkait ketersediaan Rapid Test untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Ende hingga hingga saat ini, persediaannya sudah menipis atau terbatas. Terbatasnya persediaan Rapid Test tersebut, diungkapkan dr. Muna Fatma kepada media dalam forum keterangan pers yang berlangsung di Posko Gugus Tugas penanganan covid-19 Kabupaten Ende, Lantai I Kantor Bupati Ende, Rabu, 15 April 2020.

 

Dikatakan saat ini, dari 80 buah alat Rapid Test yang dimiliki, sudah mulai digunakan saat penanganan penyebaran covid-19 di Kabupaten Ende. “seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bahwa kita memiliki 80 tapi dari yang ada beberapa telah kita gunakan dalam jumlah besar diantaranya kita pakai untuk test penumpang dari KM.Lambelu 22 orang dan kemarin terakhir kita pake untuk 3 orang yang berasal dari luar negeri. Jadi kita sekarang sudah memiliki stok yang sudah sangat terbatas dan selanjutnya kita akan memprioritaskan pengambilan Rapid Test yang kedua untuk para penumpang KM.Lambelu dan yang 3 orang yang dari luar negeri tersebut”kata dr. Muna.

 

Dijelaskan, bahwa untuk 3 orang dari luar negeri, 2 orang berasal dari Qatar dan 1 orang berasal dari Ameria Serikat. “ status tiga orang dari luar negeri status mereka dalam penanganan covid-19 adalah sebagai Pelaku Perjalanan Dalam Pemantauan (PPDP), dari luar negeri, dan mereka tepatnya, mereka tiga orang melakukan isolasi mandiri dirumah masing-masing. Untuk saat ini yang menjalankan karantina terpusat hanya OTG orang tanpa gejala, yang berasal dari penumpang KM.Lambelu”jelasnya.

 

Pada kesempatann yang sama, dr. Muna juga mengatakan bahwa dari 22 penumpang KM.Lambelu setelah di observasi dan dilakukan Rapid Test di Stadion Marilonga, ternyata ada satu orang penumpang ternyata hasil testnya mengalami reaktif. “dari hasil rapid test yang dilakukan ternyata ada satu yang reaktif, tapi saya selalu ingatkan kepada teman-teman, reaktif bukan berarti positip. Tetapi ada protokol yang akan dilakukanapabila hasil test pertamanya reaktif, maka harus dilakukan pengambilan swab,untuk pemastiannya apakah reaktif karena corona atau virus yang lain”tegasnya.

 

Dalam kegiatan keterangan pers juga dsampaikan bahwa, pihak pemerintah Kabupaten Ende sudah melakukan revisi terkait SK Bupati Ende tentang Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Ende yang diketuai oleh Sekda Ende. Sesuai SK terbaru, SK Bupati Ende Nomor 150/KEP/HK/2020 susunan Kepengurusan Gugus Tugas Kabupaten Ende,terjadi perubahan dimana Ketuanya langsung oleh Bupati Ende, dan sebelumnya hanya satu orang saja yang jadi juru bicara menjadi dua orang. Yang pertama jubir satunya adalah dr. Muna Fatma sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dan yang kedua adalah Gharu Ignatius, Kabag. Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Ende.

 

 

endekab.go.id-robiasrarepi

Addthis
You are here