.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

SOSIALISASI DAN ADVOKASI HASIL PENELITIAN MODEL PENCEGAHAN STUNTING DI KECAMATAN NANGAPANDA

altKegiatan Sosialisasi dan Advokasi Hasil Penelitian Model Pencegahan Stunting di Kecamatan Nangapanda berlangsung di Aula Kantor Camat Nangapanda, Rabu (27/11/2019)

 

Kegiatan yang dibuka oleh Camat Nangapanda Oktovianus Rua Putra, S.Sos, MPA ini menghadirkan tim peneliti dari Universtitas Indonesia yang telah melakukan bakti masyarakat dan penelitian di Kecamatan Nangapanda yang sudah berlangsung dari bulan September 2019 sekaligus memaparkan hasil penelitiannya yang mengambil thema Dalam Mengatasi Masalah Gizi, Pengasuhan Anak dan Sanitasi.

 

Tim peneliti dari Universitas Indonesia yang terdiri sejumlah dokter umum, dokter gizi, ahli gizi juga prikolog dan antropolog yang diketuai oleg Prof. Dr. Taniawati Supali dari Dept Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

 

Penelitian dilakukan di sejumlah SD dalam wilayah Kecamatan Nangapanda berupa wawancara kepada para orang tua dan murid tentang pola makan dan kebersihan rumah juga kehidupan ekonomi masyarakat yang berdampak pada kesehatan khususnya stunting dan tumbuh kembang anak.

 

Prof. Dr. Tania mengharapkan bahwa hasil dari penelitian ini dapat menjadi model untuk mengatasi persoalan stunting di wilayah Nusa Tenggara Timur dan penelitian ini akan terus berlangsung sampai dengan Tahun 2021. Bakti kepada masyarakat oleh UI juga dilakukan berupa pemberian bantuan buku-buku kepada SD se-Kecamatan Nangapanda.

 

Lebih lanjut Camat Nangapanda Oktovianus Rua Putra, S.Sos, MPA menyampaikan hahwa dari hasil penelitian ini menurut pendekatan psikologis dari sisi orang tua dan anak bahwa  perilaku orang tua masih kasar terhadap anak, pembawaan kaku dan tidak basa –basi.

 

Camat Oktovianus mengajak para orang tua untuk dapat berperilaku yang baik dan halus dalam mendidik anak-anaknya dan kepada pihak sekolah agar dapat menghidupkan kembali program pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah dari dana komite maupun dana BOS tanpa harus menunggu dana dari desa.

 

Pada kesempatan ini para kepala desa dimintai untuk mengisi data sumber air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.

 

Kegiatan ini diikuti oleh OPD terkait, Kepala Desa se-Kecamatan Nangapanda, Puskesmas Nangapanda, Kepala Sekolah SD se-Kecamatan Nangapanda dan Kepala Sekolah SMP se-Kecamatan Nangapanda.

 

 

Penulis: Densy Wisangkoli/Diskominfo Ende

 

 

 

Addthis
You are here