.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

REMBUK MENJADI WAHANA YANG TEPAT MENEMUKAN LANGKAH STRATEGIS PENANGANAN STUNTING

altWakil Bupati Ende Drs. H. Djafar H.Achmad,MM mengatakan ini dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, Dr. dr. Agustinus Gadja Ngasu, M.Kes., saat membuka kegiatan Advokasi Peduli (Rembuk) dan Perbup Stunting, bertempat di Aula Universitas Flores, Senin (29/07/2019).

 

Kegiatan rembuk ini menjadi wahana yang tepat bagi semua pemangku kepentingan untuk berbicara, berdiskusi terkait langkah-langkah yang tepat dan strategis dalam upaya kita mencegah dan mengatasi masalah stunting di wilayah kita kemudian dapat di jadikan acuan atau referensi dalam mengambil dan merumuskan kebijakan daerah dalam hal penanganan stunting di wilayah kita.Hal ini dimaksudkan agar semua pemangku kepentingan mempunyai pemahaman yang sama serta landasan pijakan yang tepat dan terarah, sehingga upaya kita mengatasi persoalan stunting di wilayah kita dapat kita selesaikan dan laksanakan sesuai dengan apa yang menjadi komitmen dan harapan kita bersama.


Lebih lanjut Wabup menjelaskan bahwa Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan pada tahun 2019 telah menetapkan 10 Desa di wilayah Ende yaitu di Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kecamatan Kota Baru, Kecamatan Detukeli, Kecamatan Maukaro, Kecamatan Pulau Ende, Kecamatan Wewaria dan Kecamatan Ende, yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan serius Stunting. Sedangkan untuk tahun 2020 terdapat 18 Desa di wilayah Kecamatan Lio Timur, Nangapanda , Maurole, Wewaria, Ndori, Detusoko, Ende Utara, dan 4 kelurahan di wilayah Kecamatan Ende Tengah, Ende Selatan dan Ende Timur.


“Data-data tersebut menunjukan stunting hampir tersebar merata di wilayah kita. Oleh karena itu sudah sepantasnya pencegahan dan penanganan stunting sudah harus menjadi perhatian serius kita, dan harus ditangani secepat mungkin dan secara menyeluruh”, tegas Wabub Djafar.


Percepatan penanganan stunting ini, tambah Wabub Djafar harus segera dilakukan sedini mungkin guna menghindari dampak jangka panjang yang merugikan antara lain berupa terhambatnya tumbuh kembang fisik dan perkembangan otak yang beresiko menurunkan produktivitas serta beresiko tinggi, menderita penyakit kronis pada saat dewasa dan menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit.


Diakhir sabutannya Wabub berharap berharap agar para Camat, Kepala Desa, Lurah, para Tenaga Kesehatan dan komponen masyarakat lainnya untuk mulai bekerja cepat dan bergerak besama-sama mengambil langkah tepat dan juga tepat sasaran sehingga program percepatan pencegahan dan penurunan stunting dapat terlaksana sesuai dengan harapan kita bersama, agar ke depan lahir generasi-generasi Ende yang sehat dan cerdas sehingga pada masanya dapat menjadi pelaku-pelaku pembangunan yang handal. Karena untuk membangun Ende dibutuhkan generasi-generasi Ende yang sehat dan cerdas.


“Kegiatan hari ini diharapkan dapat melahirkan komitmen bersama untuk melakukan altpercepatan pencegahan dan penanganan stunting di wilayah kita. Tidak ada yang sulit selama kita mau melakukan secara besama-sama. Dan tidak ada persoalan yang tidak dapat kita selesaikan, asalkan kita mau bahu membahu dan bekerja tulus dalam bingkai bekerja sama dan sama bekerja demi generasi Ende yang sehat dan cerdas", tegas Wabub Djafar.


Demikianlah beberapa pokok pikiran yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Akhirnya dengan memohan penyertaan Tuhan Yang Maha Esa dan seijin semua yang hadir, Saya membuka Kegiatan Pembukaan Advokasi Peduli (Rembuk) dan Perbuk Stunting secara resmi.


Acara ini dihadiri Pimpinan dan anggota DPRD Ende, Unsur Forkopimda, para Pimpinan OPD, Para Camat, Lurah dan Kepala Desa Lokus Stunting Kabupaten Ende.

 

Sumber : DusRangga/DiskominfoKab.Ende

Addthis
You are here