.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

CAHAYA 1000 LILIN UNTUK ALMARHUM BAPAK MARSEL PETU DI JALAN ELTARI ENDE

altWarga Ende berbondong-bondong menuju Jalan Eltari Ende, Sabtu malam (6/7) untuk menghadiri acara “Malam 1000 Lilin" mengenang Almarhum Bapak Marsel Petu. Suasana khidmat dan haru mengiringi sejumlah rangkaian acara dimaksud.

Vinsensius Sangu, salah seorang penggagas acara dimaksud menjelaskan bahwa gerakan Malam 1000 Lilin ialah malam kebersamaan rakyat Ende untuk mengingat dan mendoakan Almarhum Bapak Marselinus Y.W. Petu. Menurut Vinsen Sangu, Bapak Marsel Petu bukan lagi hanya menjadi milik keluarga akan tatapi milik rakyat Ende bahkan NTT. Gagasan dan pikiran dan buah karya yang telah dipersembahkan untuk Ende telah menjadi contoh untuk NTT dan menjadi Ende tempat belajar daerah lain di NKRI ini.


“Kami ingin mengajak kita semua, untuk menghormati jasa para pendahulu atas perjuangan dan karya mereka. Bagi kami Pak Marsel adalah Pahlawan bagi Ende.Kita ingin melanjutkan gagasan dan impian beliau bahwa Ende untuk Indonesia, dari Ende untuk Indonesia. Dengan Ende sebagai tempat embrio lahirnya Pancasila, Vinsen Sangu menambahkan, di detik-detik terakhir ia mewariskan kepada kita melalui teman-temannya, altbahwa Ende harus benar menjadi contoh, Pancasila bukan hanya harus tetap membumi tapi harus hidup di bumi Ende.


Warga Ende begitu antusias ikut larut dalam suasana, memasang lilin, memanjatkan doa bersama para pimpinan Agama serta mengikuti beberapa acara tambahan. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh beberapa orang muda yang peduli terhadap pembangunan Kabupaten Ende,  diikuti sejumlah seniman sastra dan komunitas kebersihan dari Acil Ende serta beberapa komunitas lainnya.


Sumber : DusRangga/DiskominfoEnde

Addthis
You are here