.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

SERAMBI SOEKARNO JADI TEMPAT PEMBELAJARAN

Keberadaan Serambi Soekarno di Biara St. Yosef Katedral Ende akan menjadi pusat pembelajaran sejarah bagi masyarakat khususnya generasi muda dan anak-anak.


Serambi Soekarno ini dilengkapi dengan buku-buku tentang Soekarno, sejarah perjuangan Soekarno, Patung Soekarno dan lukisan Soekarno bersama misionaris SVD yang menjadi sahabat dekatnya yaitu Pater Geradus Huijtink, SVD dan Pater. Dr. Johannes Bouma, SVD.

 

Pemrakarsa Serambi Soekarno, Pater Henri Daros SVD menjelaskan kepada undangan yang menghadiri acara peresmian Serambi Soekarno bahwa, semangat juang Bung Karno dan ikatan emosionalnya dengan para misionaris SVD yang kemudian menjadi sahabatnya seperti Pater Geradus Huijtink SVD, Pater Dr. Joanes Bouma, SVD, Bruder Lambertus, SVD dan Bruder Cherubim, SVD selama masa pengasingan di Ende inilah yang melatar belakangi dibangunnya Serambi Soekarno di Biara St. Yosef ini.

 

"Di Biara St. Yosef inilah Bung Karno sering menghabiskan waktunya dengan para misionaris SVD. Walaupun misionaris SVD yang menjadi sahabat Bung Karno ada yang berkebangsaan Belanda yang mana saat itu negara Belanda sedang menjajah Indonesia, namun justru para misionaris ini yang membantu perjuangan Bung Karno melalui diskusi-diskusi. Berangkat dari sejarah inilah maka kami berinisiatif membangun Serambi Soekarno selain untuk menghormati perjuangan Bung Karno juga tempat ini bisa jadi tempat belajar anak-anak kita belajar tentang sejarah khususnya sejarah perjuangan Bung Karno", Jelas Pater Henri.

 

Menurut Pater Henri Daros, Biara St. Yosef saat itu menjadi oase intelektual bagi Bung Karno untuk olah Budi/olah bathin serta olah pikir dimana kemudian menemukan perspektif lain dalam pola pikir dan sudut pandang serta perenungannya tentang cita-cita perjuangannya.

 

Pada kesempatan itu, Pater Henri Daros, SVD selaku pemrakarsa Serambi Soekarno menyampaikan riwayat singkat perjalanan perjuangan Bung Karno sejak tiba di kota Ende tepatnya tanggal 14 Januari 1934 Jam.8.00 pagi , selama berada di Ende dan saat meninggalkan kota Ende pada tanggal 18 Oktober Tahun 1937 tepat jam 20.00.

 

Turut Hadir pada peresmian Serambi Soekarno, Uskup Agung Ende, Mgr. Vinsensius Poto Kota, Pr, Bupati Ende, Ir. Marselinus Y. W. Petu, Ketua DPRD Ende, Herman Yosef Wadhi, ST, Pater Provinsial SVD, Pater Lukas Jua, SVD.

(Humas Ende/Helen Mei (eln)(10)).

Addthis
You are here