.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

LOKA POM DI KABUPATEN ENDE GELAR PRESS RELEASE

altSebagai upaya untuk menurunkan tingkat peredaran kosmetik ilegal dan menunjukan kinerja Badan POM dalam melindungi kesehatan masyarakat dari resiko kesehatan akibat penggunaan kosmetik, maka Loka POM di Kabupaten Ende melakukan Aksi kegiatan Penertiban Pasar dari Kosmetik Ilegal dan/atau mengandung bahan berbahaya dan dari giat dimaksud Loka Pom Ende menggelar Press Release bertempat diruang pertemuan Kantor Loka POM Ende, Jalan Eltari, Jumad, (14/12/18).


Press Release ini dipimpin langsung oleh Kepala Loka POM Ende, Thamrin Ismail, Ssi,MP, didampingi oleh Drs. Tita Nursjafrida, APT. MKM, selaku Kepala Sub Dit Pengawasan Keamanan Dan Mutu Kosmetik Direktorat Pengawasan Kosmetik POM RI.


Thamrin Ismail mengatakan saat Press Release, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan serentak yang dilakukan diseluruh Indonesia pada bulan November – Desember 2018 dari hasil yang didapat agar dapat disebarluaskan atau diinformasikan kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan rasa aman menjelang hari Raya Natal dan Tahun Baru.


Hasil yang didapat, Loka POM Ende menemukan ada 36 Sarana Penjualan Produk Kosmetik maupun pangan yang tidak memenuhi Ketentuan (TMK) ditiga Kabupaten yakni Kabupaten Ende, Nagekeo dan Ngada, ungkap Thamrin Ismail.


“Produk TMK atau Produk Tidak Memenuhi Ketentuan dimaksud, ada dua kategori yakni Produk Tanpa Ijin Edar (TIE) dan Produk Kadaluarsa” kata Thamrin Ismail.

alt

Untuk jenis Produk Tanpa Ijin Edar ditemukan ada 195 Jenis Kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan atau TMK dan jumlah ada 973 pieces dengan total nilai 13.491.000 rupiah dan untuk jenis produk atau barang kadaluarsa totalnya 130 jenis ada sebanyak 676 pieces dengan nilai total ekonominya sebesar 12.564.500 rupiah, kata Thamrin Ismail.


Hasil dari aksi secara keseluruhan di tiga kabupaten untuk kosmetik sebesar, 26.546.500 rupiah, dengan rincian Kabupaten Nagekeo sekitar 1.280.000 rupiah, Kabupaten Ngada sebesar 17.189.000 rupiah dan Kabupaten Ende sebesar 8.095.500 rupiah lanjut Thamrin Ismail.


“Semua Kosmetik tanpa ijin edar disampaikan bahwa kalau tanpa ijin edar, mau tidak mau akan dimusnahkan, kalau tidak dimusnahkan akan dijadikan sebagai barang bukti untuk kita tindak lanjuti secara hukum, karena kita hanya memberi dua alternatif itu” tegas Thamrin Ismail.


Thamrin Ismail juga menambahkan menjelang natal dan Tahun Baru, selain kosmetik kita juga ada pengawasan pangan, jadi sekali turun kita mengawasi semua produk.


Untuk Kabupaten Ende temuan sekitar 11.916.600 rupiah kebanyakan Kadaluarsa, Kabupaten Ngada sebesar 3.986.000 rupiah dan Kabupaten Nagekeo sebesar 19.409.100 rupiah, total untuk pangan di tiga Kabupaten untuk hasil nilai ekonomi sebesar 35.311.700 rupiah untuk pangan.


Thamrin Ismail menambahkan kegiatan ini menggandeng semua stake holder didaerah, yakni Kepolisian Resor Ende, Pol PP, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Kominfo Kabupaten Ende.


Pada kesempatan yang sama, Dra. Tita Nursjafrida, APT.MKM selaku Kepala Sub Dit Pengawasan Keamanan Dan Mutu Kosmetik Direktorat Pengawasan Kosmetik POM RI menghimbau kepada seluruh masyarakat, jika ingin membeli barang-barang kosmetik harus lebih hati – hati.


“Sebelum membeli, hal terpenting yang harus diutamakan yakni terlebih dahulu CEK KLIK, Cek Kemasan, Cek Label, Cek Ijin Edar dan Cek Kadaluarsa” kata Tita Nursjafrida.


Harapannya, agar masyarakat lebih terlindungi dari pengaruh buruk dari beredarnya kosmetik ilegal dipasaran.


Valentinanong/DiskominfoEnde

Addthis
You are here