.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

STIPAR GELAR WISUDA

Sekolah Tinggi Pastoral ATMA REKSA program studi Pendidikan Keagamaan Katolik Tahun Akademik 2017/2018 Kabupaten Ende menggelar wisuda, di Aula STIPAR, Kamis (26/7/2018).

 

Ketua Panitia STIPAR, Fredikus Dhedhu Lie dalam sambutannya mengatakan bahwa 52 wisudawan merupakan wisudawan yang berhasil menyelesaikan proses pendidikan di STIPAR, keberhasilan yang mereka peroleh dalam jenjang pendidikan tinggi adalah keberhasilan yang diperoleh dalam bingkai dukungan dan perhatian berbagai pihak.



“Saya atas nama Lembaga Pendidikan STIPAR Ende, menyampaikan terimakasih kepada pihak Bimas Katholik Kementerian Agama RI, Yayasan St. Petrus Ende, Pemerintah Kabupaten Ende dan semua pihak yang telah mendukung Lembaga Pendidikan Sekolah Tinggi Pastoral untuk mewujudkan idealisme tersebut, yang menempatkan pegangan pada visinya menjadi lembaga Perguruan Tinggi yang unggul dan kompetitif dalam bidang Pendidikan Keagamaan Katolik,”katanya

 

Dikatakan momen wisuda dan perayaan Ekaristi Misio Canonica merupakan momen awal untuk mengukur sejauh mana idealisme visi dan misi tersebut telah diwujudkan dan selanjutnya akan terus diukur dan diuji oleh masyarakat, sebagai pengguna lulusan STIPAR.


 Ia berharap Lembaga Pendidikan Tinggi termasuk STIPAR untuk meningkatkan partisipasinya membangun komunitas intelektual untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur, beradab serta beriman.

 

Sementara itu, Bupati Ende, Marsel Petu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan,Hukum dan Politik, Marmi Kusuma, SH mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Ende memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Lembaga Pendidikan Tinggi yang kembali melahirkan sarjana-sarjana baru yang pada gilirannya akan mampu menjadi agen perubahan ditengah kompleksitas persoalan yang dihadapi bangsa dan daerah ini. 

Bupati Marsel berharap kehadiran sarjana-sarjana Agama dari lembaga pendidikan tinggi STIPAR  dengan karakter Katolik harus bisa memberi warna beda ketika berada ditengah masyarakat.


Selain itu, katanya sarjana-sarjana STIPAR harus bisa berada di garda terdepan sebagai motivator  bagi masyarakat, terutama dalam upaya membantu dan mendukung pemerintah membangun semangat dan daya juang masyarakat  agar siap berkompetisi di tengah kemajuan jaman saat ini. Masyarakat  sudah saatnya harus menjadi subyek bukan obyek dari pembangunan.


“Kepada para wisudawan kami titipkan pesan” Jadikan diri anda sebagai kebutuhan dalam masyarakat, kemanapun, dimanapun dan bagaimanapun situasi anda walaupun untuk sebuah pekerjaan kecil.  Railah mimpi besarmu dengan mulai dari hal-hal kecil dan yakin lah kesuksesan akan diraih,”ujarnya.

 

(riahumasEnde).

Addthis
You are here