.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

MEMBANGUN PERKOPERASIAN HARUS BERDASARKAN KARAKTERIKSTIK EKONOMI MASYARAKAT

altBerdasarkan visi misi Kabupaten Ende yang merupakan penjabaran dari visi misi Bupati dan Wakil Bupati Ende, maka hanya ada 6 (enam) karakteristik pembangunan ekonomi Kabupaten Ende. Yaitu pertanian, perkebunanan, peternakan, kelautan perikanan, perdagangan, industri, koperasi, usaha kecil mikro dan menengah serta pariwisata. Karakteristik pembangunan ekonomi Ende ini merupakan basis dari pada ekonomi rakyat Kabupaten Ende. Maka kehadiran dari koperasi harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi rakyat.

 

Bupati Ende, Ir. Marselinus Y. W. Petu mengatakan ini di saat menyampaikan beberapa pokok pikiran yang berkaitan dengan pengembangan koperasi di Kabupaten Ende pada acara peringatan Hari Koperasi ke-7 di Aula Rumah Makan Cita Rasa Jln. Kelimutu, Selasa (31/7/18).

 

Menurut Bupati Marsel Petu bagaimanapun Ketika berbicara koperasi, kita berbicara tentang sistem ekonomi kerakyatan. Di masa kemimpinan kami marsel Djafar untuk membangun perkoperasian di Kabupaten Ende ini, harus berdasarkan karakterikstik ekonomi masyarakat. “Contoh, kita perna punya sejarah di Kabupaten Ende berkembang pesat pada masa lalu dengan hadirnya Koperasi Kopra. Maka semua masyarakat yang memiliki usaha kopra saat itu diakomodir menjadi anggota koperasi tersebut. Begitu juga usaha-usaha rakyat lainnya”, ujar bupati marsel.

 

Jelasnya, ada 2 (dua) Permasalahan utama yang dihadapi dunia perkoperasian sekarang ini. Pertama, dari Aspek Organisasi : masih banyak koperasi yang belum menerapkan nilai dan prinsip koperasi secara benar; Koperasi belum memiliki visi untuk menjadi modern (SDM, organisasi, usaha dan inovasi); rendahnya profesionalisme dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi, masih banyaknya koperasi yang berorientasi atau bergantung pada bantuan pemerintah dan Masih banyak koperasi yang tidak aktif. Kedua, dari Aspek Usaha : kurangnya kesadaran anggota koperasi untuk berpartisipasi dalam meningkatkan modal dan memajukan usaha koperasi; kurangnya kapasitas koperasi untuk berinovasi dalam pengembangan produk dan layanan bagi anggota; kurangnya kemampuan koperasi untuk memenuhi target produksi (kualitas, kuantitas dan kontinuitas) sesuai permintaan pasar; terbatasnya kemampuan koperasi untuk menjangkau pasar terutama dalam promosi produk, akses informasi pasar dan saluran pemasaran; serta terbatasnya jaringan usaha dan pemasaran antar koperasi dan antara koperasi dan usaha besar.


Bupati Marsel juga menawarkan beberapa tantangan pengembangan Koperasi dan UKM ke depan yakni dengan menjadikan koperasi sebagai wadah usaha bersama yang menjadi pilihan untuk meningkatkan efisiensi usaha dan kualitas penghidupan masyarakat; meningkatkan kontribusi koperasi dan UKM dalam perekonomian; serta meningkatkan posisi tawar koperasi dan UKM dalam kondisi pasar yang semakin dinamis.

 

Tegasnya, kehadiran koperasi harus berjalan pada tujuan utamanya yakni memperkuat ekonomi rakyat, bukan memperkaya para pengurusnya.


Diakhir kata sambutannya, Bupati Marsel kembaliberharap agar koperasi harus meningkatkan perannya dalam mendukung usaha kecil dan ekonomi rakyat Kabupaten Ende. “Kabupaten Ende kini telah menjadi kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi terbaik nomor 3 Provinsi NTT setelah Kota Kupang dan Belu. Mudah-mudahan dengan terus kita melakukan pengawasan dan pengembangan koperasi di daerah kita berdasarkan karakteristik ekonomi, maka ekonomi Kabupaten Ende menjadi lebih baik ke depanya", ujarnya.

 

Acara peringatan Hari Koperassi ke-7 dihadiri Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Ende beserta staf, Kepala Dekopinda Kab. Ende, Para Camat, Kepala Dinas, Pengurus, pengawas manajer dan pendamping koperasi yang ada di Kabupaten Ende, Kepala BUMN, Pengurus, Pengawas dan para undangan lainnya.

 

Dus Rangga/DiskominfoKabEnde

Addthis
You are here