.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

PENYEDIAAN LAYANAN SELULER MENGURANGI KESENJANGAN TELEKOMUNIKASI

Salah satu strategi dalam mengurangi kesenjangan telekomunikasi adalah penyediaan layanan seluler telephone atau handphone pada daerah atau desa dan dusun yang belum mendapatkan sinyal seluler.


Hal ini dikatakan Pejabat Sementara (PjS) Bupati Ende, Obaldus Toda saat membuka kegiatan Forum Group Diskusi (FGD) Rencana Implementasi Pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dan Layanan Akses Internet di Kabupaten Ende Tahun 2018, di Lantai 2 Kantor Bupati Ende, Sabtu (2/6/2018).


Dengan perkembangan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) yang sangat cepat maka Telekomunikasi dan Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat, karena menjadi dasar bagi tercapainya kehidupan yang lebih baik dan bermartabat. Dan sebagai daerah yang berada pada wilayah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), kita harus mampu menganalisa masalah dan tantangan yang dihadapi guna merumuskan program pembangunan yang tepat untuk optimalisasi peran teknologi Informasi dan Komunikasi lanjut Obaldus Toda.


Guna mengurangi kesenjangan telekomunikasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap akses telekomunikasi dan informatika tambah Obaldus, Pemerintah melalui Kementrian Kominfo RI akan membangun infrastruktur telekomunikasi melalui Program Base Transceiver Station (BTS) Unversal Service Obligation (USO). Program BTS USO adalah bantuan pembangunan BTS di wilayah blankspot atau tidak terpancar sinyal telekomunikasi dari BTS komersial untuk melayani akses telekomunikasi.


Tujuan Program USO yaitu membangun konektivitas dimana infrastruktur dasar telekomunikasi harus terbangun terlebih dahulu agar minimal orang bisa melakukan telepon dan mengirim pesan. Selanjutnya jika sudah terbangun infrastruktur dasar selanjutnya memberikan koneksi internet, pemanfaatan, pemberdayaan dan peningkatan kualitas layanan publik.


Obaldus Toda berharap Program ini semakin membuka akses informasi komunikasi dan keterisolasian masyarakat yang ada di desa-desa, kita harapkan bukan hanya masyarakat yang ada di kota saja yang menikmati mudahnya mendapat akses informasi komunikasi tetapi oleh seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Ende, program ini juga akan mendorong potensi-potensi yang ada agar dapat berkembang dengan cepat dan dapat menarik investor untuk berinvestasi di daeah ini dan juga mendorong berkembangnya fasilitas di wilayah Kabupaten Ende, untuk itu guna mendukung dan menyukseskan tujuan pembangunan program tersebut dibutuhkan kerjasama sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan khusus untuk desa-desa yang akan di bangun Pemancar Base Transciever Station (BTS) dibutuhkan kerjasama dalam menyediakan lahan dan meminjam-pakaikan kepada Kementrian Komunikasi dan Informatika untuk dibangun BTS.


Diakhir sambutan, Obaldus Toda menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Kominfo RI, yang diwakili oleh BAKTI (Badan Aksesibilitas telekomunikasi dan Informatika) Jakarta, Bapak Anggota DPR RI Komisi I (Bapak Andreas Hugo Parera) yang mau meluangkan waktu untuk hadir pada kegiatan ini,serta Pimpinan PT. IFORTE Jakarta serta semua pihak atas kehadiran dan partisipasi yang sudah menyukseskan kegiatan ini.


Turut hadir pada kegiatan tersebut para Camat, Kepala Desa, Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas, para tokoh agama dan Tokoh Masyarakat di wilayah Kabupaten Ende.

 

Valentinanong/DiskominfoKabEnde

Addthis
You are here