.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

KEJAKSAAN NEGERI ENDE AKAN SELALU TERBUKA DAN MEMBUKA DIRI UNTUK MENYUKSESKAN PEMBANGUNAN.

 

altHal ini disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Muji Martopo, SH.MHum sebagai Irup dalam sambutannya pada Upacara Hari Kesadaran Nasional Tingkat Kabupaten Ende di Lapangan Kantor Bupati Ende, Senin (19/03).


Pada Upacara ini, lanjut Muji hendaknya dapat dimanfaatkan untuk semakin meningkatkan kerja sama saling mendukung antara instansi vertikal, TNI, POLRI, BUMN, BUMD dan segenap jajaran ASN di Kabupaten Ende dalam rangka melaksanakan program-program pembangunan dan melakukan pelayanan kepada masyarakat.


Karena segenap jajaran Pemerintah di Kabupaten Ende memiliki tanggung jawab yang sama yaitu mensukseskan pembangunan nasional dan pembangunan daerah untuk kesejahteraan masyarakat, tegas Muji.


“Begitu pula dengan Kejaksaan Negeri Ende, akan selalu terbuka dan membuka diri untuk bersama-sama dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Ende dan Instansi lainnya, serta dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat untuk bersama-sama menyukseskan program pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah”, Kata Muji


Dalam rangka mendukung program Pembangunan tersebut, lanjut Muji, Kejaksaan Negeri telah melakukan upaya penegakan hukum yang Represif maupun Preventif. Terkait upaya Represif terhadap Tindak Pidana Korupsi, Kejaksaan Negeri Ende untuk Tahun 2017 telah berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar ± Rp. 800 juta.


alt

Lanjut Muji, sudah saatnya Aparat penegak hukum mengedepankan upaya Preventif atau pencegahan, dalam hal ini kejaksaan memiliki program berupa Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), yang mempunyai fungsi untuk melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap proyek-proyek strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemda sehingga program pembangunan dapat tepat sasaran dan dijauhkan dari penyimpangan, dan untuk Tahun 2017 lanjut Muji kejaksaan Negeri Ende telah melayani permintaan pengawalan dan pendampingan yang nilai keseluruhan sebesar Rp. 163 Milyar.


Kepada para peserta upacara, Muji mengharapkan untuk meningkatkan profesionalitas karena sudah tidak jamannya lagi kita melakukan penyimpangan, karena entah besok, satu tahun, dua atau bahkan pada saat kita pensiun, penyimpangan itu terungkap maka kita tetap harus mempertangungjawabkannya.


Diakhir sambutannya,Muji menghimbau bahwa di Tahun politik ini marilah kita bersama-sama mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah di kabupaten Ende yang damai, sejuk dan aman dan sependapat dengan Pejabat Bupati Ende, bahwa ASN harus Netral, oleh karena itu kita harus bisa menjadi contoh masyarakat, dan juga ASN diharapkan mampu menggerakkan Pemilihan kepala daerah yang sukses, aman dan damai.

 

Valentina Nong/DiskominfoEnde

Foto: HumasEnde

Addthis
You are here