.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

HASIL PENATAAN KAWASAN KUMUH PU’UNAKA DISERAHTERIMAKAN

altProgram Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Ende melaksanakan kegiatan Serah Terima Aset dan Peresmian terhadap hasil pemanfaatan dana bantuan  melalui kolaborasi dana dan program, bersama Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan dan Kabupaten Ende Tahun Anggaran 2017, di Lingkungan Hawu dan Pu’unaka Kelurahan Tetandara Kecamatan Ende Selatan (Senin, 18/12).


Asisten koodinator Kota Kolabarasi dan Kelembagaan KOTAKU Ende, Ibu Ika Rainy di sesi wawancara menjelaskan  bahwa, SK Bupati Ende tahun 2014 telah menetapkan kawasan kumuh yang ada Kabupaten Ende berjumlah 5 Kelurahan. Salah satunya Kelurahan Tetandara. Di Kelurahan Tetandara yg menjadi lokasi kawasan kumuh adalah Kawasan Ippi, Pu’unaka dan Koponggena. Dari ketiga kawasan ini ada yang masuk dalam kategori kumuh berat dan kategori kumuh ringan.


Alasan bahwa Kawasan Pu’unaka menjadi proritas lokus intervensi program KOTAKU di tahun 2017 jelas Ibu Ika,  adalah karena Pu’unaka masuk dalam kategori kumuh berat dan cakupannya lebih banyak dan luas. “Puunaka itu ada 5 RT yang mendapat program KOTAKU. Sedangkan Koponggene dan Ippi masing-masing Cuma 1 RT yang ditetapkan sebagai Kawasan Kumuh. Jadi kami prioritaskan Kawasan Pu’unaka ini di tahun 2017”, ujar Ibu Ika Rainy.  

 

Ketika ditanya tentang bagaimana bentuk dan pola kolaborasi dana dan program KOTAKU dengan instansi terkait, Ibu Ika menegaskan bahwa, ada aturan yang berlaku bahwa dana KOTAKU dikhususkan untuk membangun infrastruktur yg bersifat umum, sedangkan infrastruktur yang bersifat pribadi atau khusus misalnya MCK,  harus masuk dalam sistem kolaborasi. “Di OPD ini sudah ada program kerja, contok ada DAK Perumahan dan DAK sanitasi, jadi tidak boleh diintervensi langsung dari dana KOTAKU. Tapi dana OPD ini mengintervensi kegiatan dan program KOTAKU. Misalnya sanitasi dan perumahan yang dibangun sekarang ini,  menggunakan database KOTAKU,  tempat-tempat mana yang menjadi prioritas penataan harus mengacu pada Database KOTAKU. Dasar pertimbangannya karena pola yang dilakukan saat ini adalah pola kolaborasi jadi perlu ada kolabarosi dengan OPD terkait”, jelas Ibu Ika Rainy.  alt


Ada tiga item pekerjaan yang sudah diselesaikan yaitu pekerjaan Rabat Beton, Pekerjaan Drainase plus Plat Beton serta Tembok penahan; dengan rincian Pekerjaan Rabat Beton RT 07 Lingkungan Pu’unaka sepanjang 116 meter; Drainase dengan Plat Beton (penutup) di RT 05 Lingkungan Hawu sepanjang  233 meter; Drainase di RT 05 Lingkungan Pu’unaka sepanjang 216 meter; Drainase tertutup di RT 07 Lingkungan Pu’unaka sepanjang 87 meter; serta Tembok Penahan Tanah di RT 01 Lingkungan Hawu.  Ke tiga item hasil pekerjaan ini menjadi asset yang diserahtererimakan dari pelaku program yaitu jajaran Badan Keswadayaan Masyarakat (KBM) kepada Satker yang kemudian akan diteruskan ke Kelurahan untuk dimanfaatkan masyarakat.

 

Acara Serah Terima dan Peresmian Kegiatan Pembangunan Dana BDI Program KOTAKU, Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi, dan Perumahan Kawasan Permukiman Kumuh Tahun Anggaran 2017, dihadiri oleh Camat Ende Selatan, Lurah Tentadara dan para Lurah se Kecamatan Ende Selatan, Kepala Dinas PKPP, perwakilan dari Dinas PU dan Tata Ruang, Bappedda serta beberapa OPD, Satker dan PPK Program KOTAKU, Sanimas dan Perumahan, Koordinator Kota, Fasilitator dan Pendamping Program, Koordinator dan anggota BKM Kembang Melati, Pengurus dan anggota KSM, para Ketua RW dan RT si wilayah Kelurahan Tetandara, Tokoh masyarakat, agama, serta masyarakat di Kawasan Pu’unaka.

 

 Dus Rangga/DiskominfoKabEnde

 

 

 

 

Addthis
You are here