.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

SMK NEGERI 2 ENDE MENDAPAT SENTUHAN PROGRAM REVITALISASI SMK DARI KEMENDIKBUD RI

altMenghadapi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan dinamika tuntutan Ketenagakerjaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan kebijakan pemerintah terkini melalui NAWACITA, SMK tidak mungkin lagi menghadapi perubahan paradigma tersebut dengan cara klasik. Untuk itu Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI melalui program Revitalisasi SMK mengadakan pendampingan dan Publikasi Revitalisasi SMK.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK 2 Ende, Bapak Setu Petrus, S.Sd.,  saat menyampaikan sambutan sekaligus membacakan Laporan Kegiatan Bantuan Pengembangan SMK Berbasis Industri, di Gedung Aula SMKN 2 Ende, Jln. Anggrek (Jumat, 15/12).


Untuk mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik, jelas Bapak Petrus, salah satu model pengelolaan pendidikan kejuruan dapat dilaksanakan dengan pendekatan pendidikan berbasis industri / keunggulan wilayah, yaitu pengelolaan SMK dengan menginduksikan prinsip-prinsip kualitas yang diterapkan industri kedalam porses pembelajaran, sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki hard skill dan soft skill, sesuai tuntutan kompetensi kerja yang dibutuhkan dunia industri.


Program yang dilakukan oleh Direktorat SMK ini merupakan usaha untuk merealisasikan 10 langkah revitalisasi SMK yakni : Revitalisasi Sumber Daya Manusia, membangun SAS berbasis SIM, Link and Match berbasis industri, kurikulum berbasis industri, Teaching Industry, penggunaan media video tutorial dan portofolio berbasis video e-Report Skill, Uji Sertifikasi Profesi, pemenuhan sarana dan prasarana serta pengembangan kearifan lokal.


Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah : Mendorong pembelajaran ekstrakurikuler yang kontekstual dengan keunggulan wilayah; Meningkatkan kualitas pengelolaan pembelajaran di SMK sesuai tuntutan standar industri; Membangun pola kemitraan dengan industri dalam rangka mengatasi kesenjangan kebutuhan  tenaga guru, fasilitas praktik dan ketersediaan lulusan di dunia kerja; Memberdayakan SMK untuk meningkatkan peran serta dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat sesuai potensi daerah; serta Menyediakan wahana eksplorasi pembelajaran berwirausaha untuk pembekalan kerja mandiri.


Pada kesempatan berbeda di sesi wawancara, Kepala Sekolah SMKN 2 Ende menyampaikan rasa kebanggaanalt bahwa SMKN 2 Ende merupakan salah satu sekolah yang menjadi prioritas lokus pendampingan program revitalisasi SMK dari Kemendikbud RI. “Saya bangga bahwa dari sekian ribu SMK di seluruh Indonesia ada 100 SMK yang mendapat program dimaksud, dan salah satu-nya SMK Negeri 2 Ende”, ujar Bapak Petrus.


Guna menyukseskan program kegiatan ini, SMKN 2 mendapat bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui DIPA Satuan Kerja Direktorat Pembinaan SMK tahun 2017 sebesar Rp. 250.000.000. Dana bantuan pengembangan SMK berbasis industri/keunggulan wilayah ini difokuskan untuk 3 tahap kegiatan, yaitu Tahap Persiapan Program; Tahap Pelaksanaan yang terdiri dari : pengadaan bahan pembelajaran, pengadaan dan perawatan peralatan praktik, pelaksanaan joint program, ekspose produk ke masyarakat; serta Tahapan Pelaporan dan Evaluasi Pelaksanaan Program.


Acara Kegiatan Bantuan Pengembangan SMK Berbasis Industri di SMK Negeri 2 ini dihadiri oleh Kepala Dinas P dan K Kab. Ende, beberapa perwakilan OPD, Anggota DPRD Kab. Ende, Kepala Sekolah, guru dan siswa/i SMK Negeri 2 Ende, yang diisi dengan kegiatan ekspose produk furniture hasil karya siswa/i SMK 2 Ende.


Dus Rangga/DiskominfoKabEnde

Foto : Hans Grama

Addthis
You are here