.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

PENCANANGAN KAMPUNG KB BENTUK INTERVENSI PEMERINTAH

Kegiatan Pencanangan Kampung KB merupakan salah satu bentuk intervensi Pemerintah bagi percepatan pembangunan kependudukan dan Keluarga Berencana dari Tingkat Pusat hingga Daerah.

 

Bupati Ende, Ir. Marselinus Y. W. Petu mengatakan ini dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kornelis Wara pada Pencanangan Kampung KB Tingkat Kecamatan Detusoko, Kecamatan Wewaria, Kecamatan Maurole, Kecamatan Maukaro dan Kecamatan Kotabaru yang di pusatkan di Desa Ranga Kecamatan Detusoko, Selasa, (12/12).

 


Menurut Bupati Marsel Petu, program pencanangan Kampung KB ini akan mempermudah upaya pemerintah mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera, sehingga pada kegiatan ini keterlibatan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi hal yang terpenting, karena muara akhir dari kegiatan ini adalah masyarakat sendiri.

 

Jelas Bupati Marsel, apabila masalah kependudukan dan Keluarga Berencana dijadikan masalah bersama, sehingga semua persoalan kependudukan di wilayah ini dapat teratasi.

 

Jelasnya lagi, hanya dalam kolaborasi peran yang harmonis melalui program dan strategi yang dibangun maka Program Kampung KB guna mewujudkan desa unggul berwawasan kependudukan, maka apa yang dicita-citakan seperti menurunkan angka kelahiran total, kematian ibu, meningkatkan kualitas dan harapan lainnya tidak sekedar angan-angan melainkan akan membawa hasil yang nyata.


 

Petugas PLKB Kecamatan Detusoko Bernadeta K.S. Kego saat dikonfirmasi terkait suka duka menjadi petugas PLKB menjelaskan, dalam menjalannkan tugas sebagai petugas PLKB hal yang paling dominan ditemuinya dilapangan bagaimana ketika dirinya mengajak pasangan menikah untuk menjadi peserta KB. Kendala utamanya adalah masih banyak ditemukan pasangan menikah yang belum memahami tentang program KB sehingga kebanyakan mereka tidak mengikuti program KB.

 

Menurut Erin Kego, alasan mereka tidak mengikuti Program KB karena sesesuai pemahaman mereka apabila menjadi peserta KB artinya membatasi hubungan seksual mereka. Setelah dirinya terus menerus melakukan pendekatan dan memberikan sosialisasi maka secara perlahan- lahan mereka mulai memahami dan akhirnya saat ini sudah banyak yang menjadi peserta KB.

 

(Humas Ende/Helen Mei (eln)).

Addthis
You are here