.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

WARISAN PAHLAWAN BUKAN POLITIK KETAKUTAN

altPeristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya memberi pelajaran moral bagi anak bangsa bukanlah "Politik Ketakutan" melainkan "Politik harapan".

 

Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa mengatakan ini dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Bupati Ende Ir. Marselinus Y. W. Petu saat bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Pahlawan Tingkat Kabupaten Ende di lapangan Pancasila Jumat (10/11).

 

Warisan Politik Harapan demikian Mensos Khofifah dengan maksud bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada tidak akan menyurutkan semangat perjuangan.

 

Jelasnya, pengalaman merebut dan mempertahankan kemerdekaan juga menunjukan betapa spirit perjuangan dan mental-karakter kepahlawanan memiliki daya hidup yang luar biasa dalam menghadapi berbagai rintangan dan penderitaan.

 

Setiap zaman jelasnya lagi, memiliki tantangannya tersendiri dan oleh karena itu, setiap zaman harus mengembangkan respon kepahlawanan yang sesuai dengan zamannya.

 

Tambahnya, setelah Indonesia merebut kemerdekaannya, semangat kepahlawanan tidak cukup hanya dengan mempertahankan patriotisme defensif, kita butuh patriotrisme sejati bukan sekadar mempertahankan melainkan juga memperbaiki keadaan negeri.

 

Untuk keluar dari berbagai persoalan bangsa hari ini tambahnya lagi patriotrisme progresif dituntut menghadirkan kemandirian bangsa tanpa terperosok pada sikap anti-asing.

 

(Humas Ende/ Helen Mei (eln)).

Addthis
You are here