.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

MELKI AJAK WARGA NTT MENCINTAI BUDAYA LOKAL

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTT, Melki Lakalena mengajak agar warga NTT khususnya generasi muda NTT secara umum dan Kabupaten Ende secara khusus agar mencintai budaya lokal tanpa harus mengagung-agungkan budaya asing karena budaya lokal lebih sesuai dengan karakteristik Bangsa Indonesia. Hal tersebut dikatakan Melki pada saat kegiatan talk show festival seni Flores, dalam rangka memperingati HUT Sumpah Pemuda, Senin (30/10/2017) di Taman Renungan Bung Karno, Jalan Soekarno, Kota Ende.

 

“Sebagai anak muda dirinya merasa prihatin dengan keberadaan kaum muda dewasa ini yang terkadang lebih senang dengan budaya asing dibandingkan dengan budaya sendiri. Hal ini tercermin dari penggunaan busana maupun perilaku hidup sehari-hari bahkan yang paling sederhana adalah ada anak muda yang sudah tidak mengetahui bahasa daerah,”ujarnya.

 

Melki mengatakan daerah adalah merupakan sebuah identas diri suatu daerah namun demikian sayangnya ada beberapa bahasa daerah yang terancam punah karena memang jarang dipergunakan dalam pergualan sehari-hari.

 

“Bahkan ada beberapa bahasa daerah di Kabupaten Alor yang saat ini sudah hilang karena warganya enggan menggunakan bahasa daerah dan diharapkan agar kejadian di Alor tidak terjadi di daerah lain di NTT,”katanya. Dia mengharapkan kepada pemerintah daerah agar mengaktifkan muatan lokal (Mulok) di sekolah sehingga dengan demikian para siswa menjadi terbiasa dengan bahasa maupun busana juga tarian daerah yang merupakan identitas diri suatu daerah.

 


Selain itu, dia mengharapkan adanya pusat budaya suatu daerah baik tingkat lokal maupun regional misalnya ada pusat budaya Kabupaten Ende ataupun pusat budaya Flores sehingga dengan demikian masyarakat di daerah sendiri ataupun daerah lain bisa memahami atau setidaknya mengenal budaya Flores ataupun Kabupaten Ende.

 

Menurutnya bahwa hal positif  yang patut di contoh seperti di daerah Jawa yang mana di sekolah-sekolah mengenalkan muatan lokal seperti penggunaan bahasa daerah maupun tarian. Hal ini membuat para siswa bisa mengenal bahasa dan budaya daerah mereka sendiri.

 

Pelaksanaan Festival Seni  Flores juga menampilkan budayawan tanah air, Butet Kartaradjasa dan seniman, Ivan Nestroman. Butet juga menyoroti budaya lokal yang mulai tergerus oleh budaya asing. Hal tersebut dikarenakan budaya daerah jarang sekali disosialisasikan baik di tingkat sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

 

“Kaum muda yang mengukur kemajuan sebuah kota apabila di kota tersebut berdiri mal juga aneka kuliner yang menjajakan makanan asing seperti McDonal's ataupun Freid Chicken dibandingkan dengan makanan lokal,”ujarnya.

 


Padahal Bapak Bangsa, Ir. Soekarno sangat bangga dengan produk lokal seperti ayam lokal dibandingkan dengan ayam impor. Oleh karena itu Butet mengajak kepada semua generasi muda untuk senantisa mencintai produk lokal karena produk lokal tak kalah dengan produk impor.

 


Butet juga menyorot soal tindakan korupsi yang menurutnya hal itu sebenarnya bukan merupakan bagian dari budaya kerena itu tidak patut untuk dicontoh oleh generasi muda. Sedangkan menurut,Ivan Nestroman mengajak kaum muda untuk kembali ke produk-produk lokal karena produk lokal nilainya tidaklah kalah dengan produk asing. Hadir dalam kegiatan itu para mahasiswa Universitas Flores (Uniflor) Ende serta Bupati Ende, Ir Marsel Petu dan Wakil Bupati Ende, Drs Djafar Achmad serta Kapolres Ende, AKBP Ardiyan Mustaqim.

 

(ria/humas)

Addthis
You are here