.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

PERENCANAAN PENANGGULANGAN BENCANA BERBASIS MASYARAKAT

Salah satu bentuk antisipatif aktif yang perlu dilakukan pemerintah bersama pihak-pihak terkait yaitu menyiapkan berbagai langkah dan skenario perencanaan untuk penanggulangan bencana berbasis masyarakat.


Hal ini disampaikan oleh Bupati Ende, Ir. Marselinus Y.W. Petu, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, Drs. Albertus M. Yani, saat membuka kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Kabupaten Ende, di Lantai 1 Kantor Bupati Ende, Jalan Eltari,Senin (11/9).


Berbasis masyarakat ini, lanjut Bupati Marsel, tentunya berdasarkan pemikiran bahwa seharusnya berbagai faktor penting yang ingin dieksplorasi dalam dokumen yang akan disusun harus berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat.

 

Karena itu, Bupati Marsel menambahkan, sangat diperlukan konsep perencanaan dan rangkaian implementasi yang baik untuk membuat strategi peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengurangi resiko bencana yang baik, sistematis, tepat dan dapat dilaksanakan sesuai kultur dan kemampuan kapasitas masyarakat kita.


Konsep perencanaan yang kita harapkan lanjut Bupati Marsel, tentunya juga mempertimbangkan kebutuhan kaum rentan seperti para lansia, penyandang disabilitas, ibu-ibu hamil dan melahirkan dan juga anak-anak.


Kegiatan sosialisasi ini tambah Bupati Marsel, menjadi wahana yang tepat untuk peserta dan nara sumber berbagi pengetahuan dan pengalaman sehingga ketika draff ini kemudian menjadi dokumen baku sebagai rujukan atau acuan para pelaku penanggulangan bencana daerah khususnya di Kabupaten Ende tercinta ini dapat menjawabi semua kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat yang terkena bencana tidak lagi harus menambah beban moral karena penanganan yang salah seperti merasa diperlakukan tidak adil dan bantuan yang tidak sesuai kebutuhan.


Diakhir sambutan, Bupati Marsel mengharapkan keterlibatan aktif para peserta melalui pemikiran-pemikiran konstruktif yang dapat memberi manfaat dalam penyusunan Dokumen Baku Penanggulangan Bencana Daerah dan juga dokumen penanggulangan bencana yang dihasilkan, nantinya benar-benar menjawabi kebutuhan langsung masyarakat.


Kegiatan Sosialisasi ini menghadirkan nara sumber dari Konsultan BNPB yakni dari PT. Geojaya Tehnik KSO PT. Phibetha Kalamwijaya Jakarta yang diwakili oleh Doktor Khotib (Dosen Universitas Indonesia Jakarta) dan sebagai Moderatornya Vinsen Sangu, Direktur FIRD,Parktisi Bencana.



Valentinanong/DiskominfoKabEnde

Addthis
You are here