.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

PANCASILA RUMAH KITA DARI ENDE UNTUK INDONESIA

altSelama masa pembuangan Bung Karno di Ende sejak tanggal 14 Januari 1934, Kapal Van Riebeek merapat ke Pelabuhan Ende yang diikuti istrinya Inggit Ganarsih, mertuanya Ibu Amsi, Anak Angkat Ratna Djuami, sejak saat itu butir-butir mutiara yang kelak dikristalisasikan sebagai Pancasila lahir dari rahim tanah ini, tidak berlebihan jika Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 01 Juni diperingati dengan meriah oleh seluruh warga masyarakat di Kabupaten Ende sehingga Pancasila merupakan Rumah Kita, dari Ende untuk Indonesia.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Ende, yang pada tahun ini untuk pertama kali merupakan Hari Libur Nasional, digelar berbagai ragam acara untuk memeriahkan Hari Lahir Pancasila tersebut.

Rangkaian acara yang dimaksud seperti Festival/Parade Pesona Kebangsaan, yang didalamnya ada Festival Marching Band, Napak Tilas Sepeda, Ende Cultural Expo, Gelar Etnik Fashion dan Ende Wonderland Destination dimana Parade Kebangsaan ini merupakan kristalisasi kesadaran bangsa dan bernegara oleh berbagai kalangan, publik dan Republik.

Upacara Hari lahir Pancasila 01 Juni yang merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan, dihadiri oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Eko Putro Sandjojo, yang juga sebagai Irup pada Upacara tersebut.alt

Hadir pula pada upacara Harlah Pancasila, Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya dan jajaran Muspida Provinsi NTT, Anggota DPR RI Bapak Hugo Parera, H. Syahrulan Pua Sawa serta para Bupati dan Walikota seluruh Provinsi NTT juga Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno, Bupati Ende, Ir Marsel Petu, Wakil Bupati Ende, Drs Djafar Achmad juga unsur Muspida Kabupaten Ende dan anggota TNI dan Polri juga pelajar, mahasiswa serta ASN Lingkup Pemkab Ende.

 

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Eko Putro Sandjojo saat membacakan sambutan Presiden RI, Joko Widodo, pada upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila mengatakan bahwa dengan mengikuti kegiatan seperti ini dapat meneguhkan komitmen agar lebih mendalami, menghayati  dan mengamalkan nilai-nilai  luhur  Pancasila sebagai  dasar  bermasyarakat,  berbangsa dan bernegara. Namun,  kehidupan  berbangsa  dan bernegara  sedang  mengalami  tantangan.  Sikap  tidak  toleran yang  mengusung  ideologi  selain Pancasila.  Masalah ini semakin mencemaskan tatkala  diperparah  oleh penyalahgunaan  media  sosial  yang banyak  menggaungkan hoax alias  kabar  bohong.

”Kita  perlu  belajar  dari pengalaman buruk  negara  lain yang  dihantui  oleh  radikalisme,  konflik  sosial,  terorisme  dan perang  saudara.  Dengan  Pancasila dan  UUD  1945 dalam bingkai  NKRI dan  Bhinneka  Tunggal  lka,  kita bisa  terhindar dari  masalah  tersebut.  Kita  bisa  hidup  rukun  dan  bergotong royong untuk memajukan negeri. Dengan Pancasila, lndonesia  adalah  harapan dan rujukan masyarakat internasional  untuk  membangun  dunia  yang  damai,  adil dan makmur  di  tengah  kemajemukan,” ujarnya.

altPresiden Jokowi mengajak  peran aktif  para ulama, ustadz,  pendeta,  pastor,  bhiksu,  pedanda,  tokoh  masyarakat, pendidik,  pelaku  seni  dan budaya,  pelaku media,  jajaran birokrasi,  TNI  dan  Polri  serta seluruh  komponen  masyarakat untuk  menjaga Pancasila.  Pemahaman  dan  pengamalan Pancasila  dalam  bermasyarakat,  berbangsa  dan  bernegara harus terus  ditingkatkan.  Ceramah keagamaan, materi pendidikan,  fokus pemberitaan  dan perdebatan  di media sosial  harus menjadi  bagian  dalam  pendalaman  dan pengamalan nilai-nilai  Pancasila.

 

Valentinanong/Diskominfo

Addthis
You are here