.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

BUPATI MARSEL : ”OBYEK TANPA EVENT, OBYEK ITU BAGAIKAN SEBUAH ORNAMEN BELAKA”

altAda konsep ke depan bagaimana menata kawasan Gunung Meja menjadi titik awal napak tilas yaitu dari Gunung Meja ke Danau Kelimutu, maka diharapkan dukungan dari wilayah-wilayah yang akan dilewati napak tilas dimaksud, harus memiliki kesiapan. Kebersihan dan tata lingkungan harus diperhatikan dan dijaga dengan baik.

Obyek tanpa event, obyek itu bagaikan sebuah ornamen belaka. Bagaimana kreatifitas dan inovasi kita dalam menciptakan event-event untuk bisa menunjang dan mendukung obyek itu. Kondisi ini sudah sangat nampak, dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Ende. Tahun 2013 jumlah total wisatawan yang berkunjung masih berkisar 13.000 wisatawan. Tapi dengan dua event yang sudah dilakukan yaitu : Parade Kebangsaan dan Sepekan Pesta Danau Kelimutu, di tahun 2016 total jumlah kunjungan wisatawan sudah mencapai 82.000 wisatawan. Ini sebuah kenaikan kunjungan yang sangat luar biasa yang memberi dampak perekonomian di Kabupaten Ende terlebih pada sektor pariwisata.


Hal ini ditegaskan oleh Bupati Ende saat membuka kegiatan Workshop Pengembangan Kepariwisataan Destinasi Kawasan Gunung Meja dalam rangkaian kegiatan Festival Parade Pesona Kebangsaan di Lantai 2 Aula Kantor Bupati Ende, Jln. Eltari (Selasa,30/5).


Lebih lanjut Bupati Marsel menjelaskan, segala sesuatu berkaitan dengan pengembangan apapun juga, perencanan awal harus dimulai dari ide atau gagasan, baru ada lebih lanjut konsep-konsep sebagai implementasi dari ide itu sendiri. Bagaimana saya pada mulanya berpikir untuk Ende yang memiliki potensi sejarah, Situs Bung Karno, dengan kebanggaan Ende sebagai Rahim Pancasila, tidak sekedar untuk dirasakan atau menjadi kebanggaan lokal kita orang Ende. Tetapi bagaimana ini harus kita nyatakan pada dunia dan bangsa ini agar mengetahui benar bagaimana Ende ini sebagai bumi persada tanah lahirnya Pancasila. Dan segala sesuatu tidak bisa dibuat pada sebuah ide yang biasa-biasa saja. Harus dibuat dengan sebuah konsep yang besar. Agar bisa diketahui oleh mata dunia dan ini menjadi kebanggaan bangsa ini.


Bupati Marsel Petu menceritakan dengan singkat tentang latar belakang munculnya ide atau gagasan lahirnya event ini. Menurut Bupati Marsel, Ada dua icon dari toleransi, persatuan dan kebangsaan bangsa ini,  yaitu  Bung Karno sebagai pemersatu dan Pancasila yang rahimnya di Ende, harus kita tampikan agar bisa diketahui oleh seluruh bangsa ini. Yaitu dengan bagaimana memulai memperingati hari Lahir Pancasila dengan kegiatan Prosesi Kebangsaan pertama kali digelar di tahun 2014. Dengan persiapan hanya sebulan saat itu, tetapi dengan dukungan semua stakeholders yang ada dan masyarakat Ende, event itu dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan temanya saat itu adalah “Pancasila Rumah Kita”. Di tahun 2015, setelah Bupati mempresentasikan konsep dimaksud di hadapan Menteri Pariwisata RI, kegiatan prosesi semakin kuat lagi dengan mendapat dukungan dari kementerian Pariwisata RI,  berupa hadirnya Menteri Pariwisata di Prosesi kebangsaan tahun 2015. Dan sejak tahun 2016 kementerian telah mengambil event dimaksud menjadi event nasional.


Dari sisi atraksi pemerintah Kabupaten Ende berupaya mengembangkan berbagai potensi keunikan alam yang ada, melalui promosi dan penataan kawasan tertentu yang memiliki potensi pengembangan. Dalam upaya pencapaian tujuan dimaksud salah satu kawasan yangg akan dikembangkan adalah kawasan Gunung Meja. Yakni mengoptimalkan fungsinya menjadi kawasan wisata alam untuk mendukung potensi pariwisata yang berbasiskan alam dan sejarah.


Pada kesempatan workshop yang narasumbernya berasal dari Kementerian Pariwisata RI ini, Bupati Marsel menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran, partisipasi dan dukungan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata RI pada rangkaian kegiatan Festival Parade Pesona Kebangsaan di Ende.

 

“Kehadiran bapak ibu ke wilayah kabupaten Ende merupakan suatu kehormatan, dapat memotivasi masyarakat Kabupaten Ende untuk senantiasa memelihara dan menjaga dengan baik kawasan Gunung Meja untuk digunakan sebagai kawasan pariwisata di Kota Ende tercinta ini.  Kami menghaturkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah memberikan bantuan pengembangan destinasi kawasan Gunung Meja ini menjadi kawasan Taman Wisata Alam. Kami berharap kawasan Taman Wisata Alam Gunung Meja nantinya, dapat menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Ende, dan dapat menjadi magnet atau daya tarik wisatawan, baik domestik bahkan mancanegara. Hingga akhirnya dapat memberi nilai tambah serta dapat berkontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ende” Ujar Bupati Marsel.

 

Kegiatan Workshop Pengembangan Kepariwisataan Destinasi Kawasan Gunung Meja dalam rangkaian kegiatan Festival Parade Pesona Kebangsaan ini, dihadiri oleh Bupati Ende, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang kebudayaan, Asisten Deputi pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kementerian pariwisata RI yang diwakili Kepala Bidang Amenitas Pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Kepala Bappeda Kabupaten Ende, Pimpinan Tinggi Pratama, Pokja Pembangunan Taman Wisata Gunung Meja dan para undangan lainnya.


 

Diskominfo Ende/Dus Rangga




Addthis
You are here