.

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

DINKES GELAR PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA

Memasuki tahun 2011 berbagai tantangan di bidang kesehatan mulai bermunculan, diantaranya semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, beban ganda, penyakit di mana di satu sisi angka kesakitan penyakit infeksi masih tinggi namun di sisi lain penyakit tidak menular mengalami peningkatan yang cukup bermakna. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Agustinus G Ngasu saat membuka Pelatihan Pengembangan Media Promosi Kesehatan (Promkes) dan Keluarga Berencana (KB). di gedung PSE Ende, Selasa (1/3).
Lebih lanjut Kadis Ngasu mengatakan persoalan kesehatan lainnya yang muncul adalah dispritas status kesehatan antara wilayah cukup besar.

Adanya peningkatan kebutuhan distribusi obat yang bermutu dan terjangkau. Persoalan yang muncul di bidang kesehatan adalah jumlah SDM kesehatan yang kurang disertai distribusinya yang tidak merata. Kondisi ini ditambah lagi persoalan adanya potensi masalah kesehatan akibat bencana dan peruabahan iklim serta integrasi pembangunan infrastruktur kesehatan yang melibatkan lintas sector.
Upaya terobosan yang dilakukan demi mengatasi berbagai persoalan dimaksud, lanjut Kadis Ngasu adalah pada periode 2010 - 2014, dilaksanakan terobosan dalam bentuk reformasi pembangunan kesehatan masyarakat. Terobosan ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi -tingginya dengan menghilangkan kesenjangan pembangunan kesehatan antar daerah, antar sosial ekonomi serta meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang bermutu dengan berbagai upaya yakni revitalisasi primary health care (PHC) dan system rujukan serta pemenuhan bantuan operasioanal kesehatan (BOK). Terkait jaminan persalinan, kata Kadis Ngasu, dalam upaya penurunan angka kelahiran ibu dan angka kelahiran bayi, Kementrian Kesehatan melaksanakan program jaminan persalinan. “ Program jaminan persalinan ini sasarannya adalah seluruh ibu bersalin yang belum mempunyai jaminan kesehatan. Pada tahun 2011 tidak ada lagi pembatasan jumlah anak sedangkan pada tahun 2012 dibatasi hingga pada persalian kedua. Pelayanan jaminan persalinan melalui pemeriksaan kehamilan, persalinan dan pelayanan nifas termasuk pelayanan KB pasca persalinan, “ kata Kadis Ngasu. Selain upaya tersebut, kata Kadis Ngasu, pemerintah juga terus berupaya menjamin ketersediaan, keterjangkuan obat diseluruh fasiltas kesehatan. Kementrian Kesehatan juga mendukung dengan dana yang bersumber dari DAK bidang kesehatan 1,9 miliar. Pemerintah Kabupaten Ende menyiapkan dana pendamping sebesar Rp 194 juta. Dinas juga berupaya menjamin distribusi SDM kesehatan yang bermutu secara adil dan merata.
Sementara itu Kepala UPTD Promosi Kesehatan Dinkes Ende, Kristina Endang Takari mengatakan, kunci utama dalam pengembangan media promosi kesehatan ibu dan anak dan KB adalah memahami masalah yang sedang terjadi masyarakat. Pesan - pesan yang disampaikan harus dikembangkan berdasarkan pemahaman dan saluran mana yang dapat memotivasi sasaran. Kegiatan pelatihan ini, kata Endang, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat media promosi kesehatan sesuai dengan sasaran. Melalui pelatihan, para peserta diharapkan dapat memahami teknik dasar media promosi kesehatan, mampu merancang berbagai media promosi, mampu memproduksi dan mampu menyajikan hasil produksi media promosi kesehatan.Pelatihan ini, kata Endang menghadirkan instruktur dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Dharma Husada Kediri, dengan dua narasumber yakni Parjono dan Akhamad Agus Eko W.(adm)

 

Addthis
You are here